Reaksi Dunia Atas Tumbangnya Presiden Mesir

Nasional / 4 July 2013

Kalangan Sendiri

Reaksi Dunia Atas Tumbangnya Presiden Mesir

daniel.tanamal Official Writer
3672

Demonstrasi besar-besaran yang dilakukan masyarakat Mesir untuk menuntut mundurnya Presiden Muhammad Mursi akhirnya membuahkan hasil setelah pihak militer dibawah pimpinan kepala angkatan bersenjata, Jenderal Abdul Fattah al-Sisi melakukan pengambilalihan kekuasaan.

Dunia pun segera bereaksi terhadap gerakan yang banyak disebut sebagai kudeta ini. “Angkatan bersenjata telah menyadari bahwa orang-orang Mesir —yang menyerukan kami untuk mendukung mereka— sebenarnya tidak menganggap kami memiliki kekuasaan, tetapi kami bertugas untuk melakukan pelayanan publik dan menjamin perlindungan revolusi mereka,” begitu bunyi beberapa pidato Jenderal Sisi yang disiarkan langsung di televisi pemerintah, seperti dirilis BBC, Kamis (4/7).

Amerika Serikat melalui Presiden Barack Obama pun ikut berkomentar terhadap peristiwa ini. "Saya menyerukan kepada militer Mesir bergerak secara cepat dan bertanggung jawab untuk mengembalikan kekuasaan penuh kepada pemerintah sipil yang terpilih secara demokratis secepat mungkin melalui proses yang inklusif dan transparan dan menghindari penahanan secara sewenang-wenang Presiden Mursi dan para pendukungnya," kata Obama.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague juga menyatakan kekhawatiran atas perkembangan terbaru itu. "Situasi ini jelas berbahaya dan kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan menghindari kekerasan. Inggris tidak mendukung intervensi militer sebagai cara untuk menyelesaikan sengketa dalam sistem demokrasi," kata Hague dalam sebuah pernyataan.

Nasib Mursi sendiri saat ini diketahui tengah menjalani tahanan rumah di fasilitas militer bernama Presidential Republican Guards Club bersama para pembantu utamanya. Diberitakan pula telah terjadi bentrokan antara massa pro dan anti-Muhammad Mursi setelah penggulingan tersebut terjadi. Saat ini Ketua Mahkamah Agung Mesir ditunjuk sebagai pemimpin sementara.

 

 


Sumber : BBC | Kompas.com
Halaman :
1

Ikuti Kami