Hak Allah Untuk Membalas

Hak Allah Untuk Membalas

daniel.tanamal Official Writer
4605

Mengenai pembalasan, apakah kita boleh melakukannya terhadap orang-orang yang telah berbuat jahat terhadap diri kita pada masa kini? Dalam hal perintah Allah kepada bangsa Israel untuk melakukan pembalasan terhadap orang Midian (31:2), apakah itu tidak bertentangan dengan larangan untuk melakukan pembalasan dalam Perjanjian Baru (Roma 12:17) ?

Sebelum menafsirkanya sendiri, kita perlu merenungkan sejenak bahwa Allah berbeda dengan manusia karena Allah adalah Pencipta dan manusia adalah ciptaan Allah. Allah berhak untuk melakukan apa pun terhadap manusia—termasuk melakukan pembalasan—tetapi Allah tidak pernah memberikan hak untuk membalas kepada manusia (Roma 12:19).

Kita harus menyadari bahwa yang mengambil inisiatif untuk melakukan pembalasan terhadap orang Midian adalah Allah sendiri (31:2), bukan umat Israel. Dengan perkataan lain, Allah hendak memakai umat Israel untuk menghukum orang Midian.

Kemudian dalam Perjanjian Lama, Allah memerintahkan bangsa Israel untuk melenyapkan bangsa-bangsa kafir di sekeliling mereka supaya bangsa-bangsa kafir itu tidak merusak iman bangsa Israel.

Orang Midian yang ingin dilenyapkan Allah ini telah terbukti ikut menyesatkan bangsa Israel, sehingga mengakibatkan tewasnya dua puluh empat ribu orang Israel karena terkena tulah Allah (25:6-9). Oleh karena itu, perintah Allah untuk memusnahkan orang Midian ini merupakan bentuk perlindungan Allah terhadap umat-Nya.

Pada masa kini, bentuk perlindungan Allah terhadap umat-Nya sudah berubah. Allah tidak lagi melenyapkan orang-orang kafir, melainkan Allah memberikan Roh Kudus untuk mengingatkan umat-Nya akan dosa, bahkan Allah menginginkan agar orang-orang kafir itu pun bisa memperoleh keselamatan di dalam Kristus (2Petrus 3:9). 

 

 


Sumber : Saat Teduh
Halaman :
1

Ikuti Kami