Kiat Mudah Mengatur Keuangan Keluarga

Kiat Mudah Mengatur Keuangan Keluarga

andreas rumata simanjuntak Official Writer
6105

Pernahkah Anda mendengar istilah manajemen keuangan keluarga? Manajemen keuangan keluarga perlu dilakukan dalam rangka membuat tujuan keuangan keluarga Anda.

Ditengah kondisi akan naikknya harga BBM, Anda memang sudah seharusnya melakukan pengaturan keuangan berupa manajemen keuangan. Selain membuat masa depan keuangan Anda lebih sehat, Anda juga bisa menghindari pengalokasian dana yang salah saat memiliki kelebihan pengeluaran untuk bahan bakar.

Apa saja yang perlu dilakukan untuk mengatur keuangan keluarga dengan tepat? Berikut ini kiat-kiat sederhana dan mudah tentang manajemen keuangan keluarga :

 Lakukan 5 langkah perencanaan keuangan

#1. Analisislah kekayaan bersih yang Anda miliki (misalnya : jumlah asset atau kekayaan, hutang, dan dana yang bisa disisihkan setiap bulan)

#2. Tentukan tujuan keuangan (jangka pendek, menengah, dan panjang)

#3. Buatlah aksi dari rencana yang sudah dibuat (mengalokasikan pendapatan dalam tiga hal yaitu konsumsi, tabungan dan investasi)

#4. Implementasikan rencana tersebut dengan disiplin

#5. Secara periodik, lakukan evaluasi rencana yang telah Anda implementasikan dan uji kesesuaiannya, bisa dilakukan perubahan atau tidak

 

Alokasikan dana dengan tepat

Ada 3 hal pokok dalam  pengalokasian dana bulanan yaitu :

#1. Konsumsi

pengalokasian ini termasuk pengeluaran biaya tetap (fixed cost) yang tidak dapat ditunda lagi, seperti : angsuran rumah, angsuran kendaraan, biaya telepon, listrik, air dan biaya bahan bakar tentunya.

Setelah biaya tetap sudah dialokasikan, baru kemudian biaya makanan, minum, dan rekreasi. Biaya konsumsi total (tetap dan tidak tetap) beragam, akan tetapi perlu dipatok atau ditentukan, lazimnya berkisar antara 40% - 50% dari pendapatan bulanan. Oleh karena itu, walaupun harga BBM naik, biaya makanan dan rekreasilah yang anda kurangi, bukan dari tabungan atau investasi.

#2. Tabungan (Saving)

Pengalokasian pada tabungan bisa dimaksudkan sebagai simpanan tetap dan bisa juga dimaksudkan sebagai tabungan untuk berjaga-jaga (misalnya untuk keperluan ke dokter). Untuk tabungan berjaga-jaga biasanya kisaran pembagian dari pendapatan tetap bulanan adalah antara 10% - 15 % sementara untuk tabungan tetap berkisar dari 5% - 10%.

#3. Investasi

Pengalokasian dana dalam investasi dimaksudkan sebagai pengembangbiakan uang tetapi secara terencana dan disiplin. Ada beberapa alternatif yang dapat dipilih, yaitu membeli emas koin, membangun usaha baru, atau bisa untuk rancana proteksi seperti iuran dana pensiun ataupun asuransi. Untuk mendapatkan manfaat terbaik, alokasi dana untuk investasi sebaiknya berkisar antara 20% hingga 25 % dari pendapatan tetap bulanan.

Milikilah evaluasi kinerja keuangan

Anda dapat melakukan evaluasi secara periodik yaitu mulai dari penerimaan (cash inflow) hingga pengeluaran (cash outflow). Ketika pengeluaran melebihi penerimaan uang, maka perlu dipilih, menghemat pengalokasian salah satu dari konsumsi, investasi dan tabungan atau melakukan peminjaman (hutang). Hutang yang sehat adalah apabila pinjaman Anda tidak lebih dari 30 % dari total aset yang Anda miliki.

Jika Anda sudah punya rencana keuangan sendiri sebelumnya, tak ada salahnya tetap mengambil beberapa hal yang positif dari manajeman keuangan keluarga ini, bukan?

 

Baca Juga :

6 Kiat Jitu Hadapi Kenaikan Harga BBM

Tips Hemat di Tempat Kerja

Magang Pada Masa Liburan Siapkan Anda Menuju Dunia Kerja

Tips Liburan ala Backpacker

Sumber : ejournal.undip.ac.id / andre
Halaman :
1

Ikuti Kami