C.S Lewis, Sukses Melalui The Chronicles of Narnia yang Legendaris

C.S Lewis, Sukses Melalui The Chronicles of Narnia yang Legendaris

Lori Official Writer
4482

Siapa yang menyangka bahwa C.S Lewis penulis legendaris Chronicles of Narnia ini ternyata awalnya adalah atheis. Penulis yang punya kegemaran membaca ini menyangkali keberadaan Tuhan karena ia menganggap bahwa Tuhan itu kejam sebab harus membiarkan penderitaan terjadi ditengah kehidupan manusia.

Jack – panggilan akrab Lewis, ini akhirnya bertemu dengan Nevil Coghill- seorang mahasiswa Kristen di Oxford College ketika Lewis memutuskan melanjutkan kuliahnya. Nevil yang sudah mengenal Lewis ingin mencoba mengubah cara Lewis memandang dunia ini.

Lewis mengakui bahwa melalui Coghill ia merasa terganggu dengan konsep kekristenan yang seolah-olah merobohkan paradigmanya tentang Tuhan. Buku-buku yang dia baca sebelumnya seolah-olah menyerang pemikiran awalnya tentang Tuhan.

Sejak dari itu Lewis mulai membaca karya-karya pengarang Kristen terutama George MacDonald, penulis Skotlandia. Demikian persahabatannya dengan J.R.R Tolkien, pengarang The Lord of The Rings.

Beranjak dari itu, Lewis semakin gemar berdiskusi dengan Tolkien. Melalui Tolkien ia akhirnya mengalami perjumpaan khusus dengan Tuhan. Hingga ia bergairah untuk memulai penulisan fiksinya dan apologetika Kristennya. Ia akhirnya menyelesaikan buku pertamanya dari trilogi fiksi ilmiah yaitu Out of the Silent Planet (1936), disusul Perelandra (1943), That Hideous Strength (1945). Namun karyanya yang paling menonjol dan paling laris adalah The Chronicles of Narnia(1950-1956).

Untuk meneguhkan iman orang percaya akan iman yang sering kali goyah, maka Lewis pun mencoba memberi perspektifnya melalui bukunya yang berjudul The Screwtape Letters (1942) yang kemudian didedikasikan kepada Tolkien.

Perubahan hidup seorang Lewis yang awalnya dari Atheis hingga menjadi seorang pembela iman Kristen merupakan sebuah perjalanan panjang yang sangat jarang dialami oleh manusia. Akhirnya dengan paradigma yang telah diubahkan, Lewis mencoba membuka pandangan manusia tentang Kekristenan melalui karya-karyanya.

Suatu fakta yang sungguh ajaib ketika seorang yang keras dan menolak kebenaran akhirnya menjadi seorang yang tidak tergoyahkan dalam keyakinannya akan kebenaran dan eksistensi Tuhan.

Setelah kematiannya, orang-orang percaya semakin bertumbuh pesat.Tidak banyak orang yang terpilih dan mampu mempengaruhi dunia seperti C.S Lewis. Lewat karyanya The Chronicles of Narnia yang melegenda, ia tetap dikenang dan disebut sebagai si Pembela Iman Kristen.

 

Baca Juga:

Nick Friedman, Awali Bisnis Waralaba di Kampus

Richard Teo, Dokter Kecantikan yang Mengasihi Tuhan dan Sesama

Kim Lavine, Dari Ibu Rumah Tangga Menjadi Ibu Jutawan

Elliott Bisnow, Perluas Jejaring Dengan Pebisnis Lain

Berdoa Bersama Tuhan Yang Luar Biasa (Mitra Prayer Day 2013)

Sumber : berbagai sumber | lori

Ikuti Kami