Pemimpin Ekstrimis Yordania Puji Ledakan Bom di Boston

Pemimpin Ekstrimis Yordania Puji Ledakan Bom di Boston

daniel.tanamal Official Writer
3448

Dibalik rasa duka dan simpati bagi para korban ledakan bom di Boston Amerika Serikat, ternyata dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk menunjukan posisi perlawanannya terhadap negeri adidaya tersebut. Pemimpin kelompok ekstrimis yang mengatasnamakan agama di Yordania justru memuji ledakan bom tersebut.

“Darah orang Amerika tidak lebih berharga dari darah kaum Muslim. Biarkan orang Amerika merasakan sakit yang kita alami dari tentara mereka yang menduduki Irak dan Afghanistan dan membunuh kaum kami disana,” kata Mohammad al-Chalabi, yang pernah di nyatakan bersalah atas rencana serangan ke AS dan misi diplomatik barat di Yordania pada 2003, seperti diberitakan AP, Selasa (16/4).

Al-Chalabi menghabiskan tujuh tahun masa hukumannya di balik terali penjara  akibat perannya dalam rencana serangan tersebut. Tokoh yang disinyalir merupakan anggota Al-Qaeda ini memimpin kelompok ekstrimis yang hingga kini masih terlarang di Yordania.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua ledakan mengguncang Kota Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Senin (15/4) siang, tepatnya di sebuah acara tahunan, lomba lari Marathon yang digelar untuk memperingati Hari Patriot. Hingga saat ini, jumlah korban tewas adalah tiga orang, 144 terluka dan 17 diantaranya dalam kondisi kritis. Gedung Putih sendiri telah menyatakan akan mengejar dan mengusut dalang dibalik serangan tidak bertanggung jawab ini.

 

 

 

Sumber : AP
Halaman :
1

Ikuti Kami