Hubungan Antara Bulan Purnama dan Hari Kebangkitan Yesus

Hubungan Antara Bulan Purnama dan Hari Kebangkitan Yesus

Lois Official Writer
5545

Momen Paskah tidak hanya menarik sebagai perayaan keagamaan, ternyata Paskah berkaitan erat dengan pengaruh bulan. Paskah menggunakan purnama sebagai patokan. Hal ini dilakukan pertama kali oleh Konsili Nicea I pada tahun 325 yang menetapkan Paskah jatuh setiap hari Minggu setelah Purnama pertama pada musim semi. Bila purnama jatuh pada hari Minggu, maka Paskah adalah hari Minggu berikutnya.

Merujuk pada keterangan “purnama setelah musim semi”, maka penentuan Paskah pun memperhitungkan gerak semu matahari yang menyebabkan fenomena 4 musim di negara subtropics. Dalam penanggalan Paskah, acuan yang digunakan adalah musim semi di belahan bumi utara. Di sana, musim semi kira-kira dimulai pada 21 Maret, saat matahari tepat di khatulistiwa.

Berdasarkan musim tersebut, dipastikan Paskah selalu jatuh di antara tanggal 22 Maret – 25 April. Fakta uniknya diketahui Paskah yang paling sering terjadi pada 19 April, paskah tanggal 22 Maret terjadi terakhir pada tahun 1818, berikutnya nanti pada tahun 2285 sementara pada 25 April terjadi terakhir pada 1943 dan akan kembali terjadi pada 2038.

Walau astronomi menjadi dasar penentuan Paskah, dalam kenyataannya Paskah tidak selalu patuh, hal ini karena gereja mengembangkan Purnama Gerejawi sebagai acuan utama penentuan Paskah. Purnama Gerejawi adalah siklus bulan imajiner yang diperhitungkan secara matematis, yang tidak selalu sama dengan acuan penanggalan Paskah berdasarkan astronomi.

Pengembangan Purnama Gerejawi didasarkan pada kenyataan sulitnya menentukan purnama secara global, karena di dunia punya beberapa waktu yang berbeda. Bila purnama astronomi diaplikasikan mentah-mentah, maka Paskah di satu negara akan berbeda hari dengan negara lainnya. Karena itu, Purnama Gerejawi yang menentukan tanggal Paskah.

Mengetahui sejarah Kekristenan, khususnya tentang Paskah kali ini, tentunya sedikit menambah wawasan pada kita. Purnama ternyata punya pengaruh dalam Paskah. Alam punya pengaruh dalam kehidupan manusia. Tentunya Tuhan punya pengaruh yang sangat besar bagi kelangsungan seluruh makhluk ciptaan-Nya.

 

Baca juga :

Ini Alasan Mengapa Untuk Tanggal Paskah Berbeda-Beda

Paskah, Yesus Atau Kelinci?

Mari Jadi Dampak Buat Indonesia Melalui Media

Bagaimana Kita Bisa Jadi Batu Karang yang Teguh?

Faktor Penentu Anak Bisa Tampil PD

Tips Mudah Cara Benar Pakai Parfum

Mengenal Makanan Indonesia : Rujak

Haii, JCers yang Gabung di Bulan Maret 2013!!

Sumber : kompas.com by lois horiyanti/jawaban.com

Ikuti Kami