Perjuangan GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia Kini Jadi Perjuangan Lintas Iman

Perjuangan GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia Kini Jadi Perjuangan Lintas Iman

Puji Astuti Official Writer
3481

Kembali, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia beribadah di seberang Istana Merdeka Jakarta. Dua gereja ini masih belum bisa menggunakan gedung gereja yang sah mereka miliki hingga saat ini.  Ibadah di seberang Istana Negara ini berlangsung secara rutin setiap dua minggu dengan harapan negara dapat memberikan keadilan bagi umat minoritas sehingga bisa beribadah dengan bebas.

"Istana selalu memilih bersikap defensif dalam menyikapi sorotan beragam pihak, termasuk luar negeri, soal intoleransi yang berkembang di Indonesia. Itu juga terjadi saat Human Rights Watch meluncurkan laporan terbarunya, 'Atas Nama Agama'. Istana ternyata defensif dan cenderung menutupi kenyataan yang ada. Pembantaian Cikeusik itu bukan dongeng, intimidasi pada Syiah Sampang bukan cerita pengantar tidur, dan ibadah dua mingguan GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia bukanlah isapan jempol," demikian pernyataan Juru Bicara GKI Yasmin, Renata Anggraeni, melalui siaran pers yang dikirimkan kepada media.

Menurut keterangan Renata, ibadah hari Minggu itu dihadiri sekitar 150 orang. Yang berbeda pada ibadah kali itu adalah hadir pula perwakilan para korban intimidasi dan diskriminasi yang terjadi di Indonesia. Diantaranya adalah perwakilan kobar dari Syiah, Sampang, Madura; Ahmadiyah Cikeusik dan Transito Nusa Tenggara Barat. Dari umat Kristen, selain GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia, datang pula perwakilan dari gereja di Sindilakalang, Sumatera Utara; Gereja di Sumedang Rancaekek yang pendetanya di penjara karena masalah IMB rumah ibadah.

Kehadiran kelompok minoritas ini didukung pula oleh beberapa perwakilan pendamping korban seperti dari Wahid Institute, Setara Intitute dan juga Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika.
"Saat ini sedang berlangsung pertemuan korban di Jakarta. Para korban peserta temu korban (sengaja) diajak bergabung di Ibadah GKI Yasmin dan Filadelfia, sebagai solidaritas sesama korban," jelas Indra dari Setara Institute.

Perjuangan GKI Yasmin menurut salah seorang juru bicaranya Dwiati Novita Rini kini menjadi sebuah perjuangan lintas iman, bukan hanya masalah tanah gereja. Negara diharapkan dapat melindungi hak-hak masyarakat minoritas dan tidak menyerah dengan desakan kelompok mayoritas yang berujung pada ketidakadilan.

Baca juga :

Kuasa Doa di Tempat Kerja  

Cegah Flu Versi Baru Dengan 7 Tips Sederhana Ini

Dokumentasi Kopdar Perdana JCers 2013

Kisah Nyata Senna yang Ingin Sembuhkan Kanker Mamanya

Sumber : Beritasatu.com | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami