Kerugian Menjadi Orang Tua Tunggal

Parenting / 2 March 2013

Kalangan Sendiri

Kerugian Menjadi Orang Tua Tunggal

Zee Official Writer
7351

Perceraian yang sering sekali terjadi dalam budaya masa kini membuat banyak pihak semakin menjadikan perceraian sebagai sebuah pilihan untuk menyelesaikan masalah dalam rumah tangga. Seringkali mereka memutuskan untuk bercerai tanpa mempertimbangkan beratnya kerugian yang akan mereka hadapi setelah mereka memutuskan untuk bercerai dari pasangan mereka, terutama bagi pasangan yang sudah memiliki anak karena kemudian mereka akan menjadi single parent.

Menjadi seorang single parent atau orang tua tunggal bukanlah sebuah hal yang mudah. Tanyalah pada mereka yang harus lebih dulu mengalaminya karena suami/istri mereka telah dipanggil Tuhan, mereka tidak bisa memilih untuk tidak menjadi orang tua tunggal, sehingga mereka harus menghadapi kenyataan tersebut.

Namun Anda tidaklah harus menjadi orang tua tunggal. Anda masih memiliki pilihan. Untuk itu, sebelum memutuskan untuk bercerai, tanyakan dulu pada diri Anda apakah Anda siap menghadapi kesulitan-kesulitan di bawah ini:

KERUGIAN FINANSIAL

Setelah Anda bercerai, Anda hanya akan memiliki satu sumber pendapatan di keluarga Anda, dan Anda harus bisa menghidupi diri dan anak hanya dengan pendapatan dari Anda. Anda harus membayar uang sekolah anak, membayar biaya rumah seperti listri dan air atau mungkin cicilan rumah, membiayai kebutuhan sehari-hari anda dan anak, belum lagi memikirkan bagaimana memenuhi keinginan anak Anda yang bermacam-macam. Anda tidak bisa lagi mengandalkan sumber pendapatan dari pasangan Anda. Anda juga tidak bisa lagi bebas membeli barang-barang yang Anda inginkan karena Anda harus mendahulukan pengeluaran yang lebih penting.

KERUGIAN FISIK

Setelah Anda berpisah dengan pasangan Anda, tanggung jawab keluarga kini sepenuhnya ada di tangan Anda sendiri. Selain bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga Anda, Anda juga tetap harus memerhatikan perkembangan anak-anak. Anda tidak bisa lagi membagi tugas dengan pasangan Anda sehingga Anda memiliki kesempatan untuk beristirahat. Setelah Anda pulang kerja, Anda harus mengurus keperluan rumah dan anak-anak yang mungkin membutuhkan bantuan Anda dalam tugas mereka, atau mungkin mereka hanya membutuhkan kehadiran Anda karena mereka juga menghadapi masa-masa yang sulit dengan perceraian orang tua mereka. Secara fisik, Anda akan merasa amat sangat lelah, namun jika Anda mengabaikannya, akan ada banyak dampak negatif yang muncul, terutama pada anak-anak. Sanggupkah Anda menghadapi hal ini?

KERUGIAN EMOSIONAL

Kerugian emosional adalah sebuah kerugian terbesar yang dihadapi oleh para orang tua tunggal. Berbagai macam kerugian finansial dan kerugian fisik seringkali membuat Anda stress, beban perceraian masih belum terangkat dari diri Anda, tapi masalah-masalah lain mulai bermunculan dan Anda harus menghadapi semuanya sendirian. Anda tidak lagi memiliki seseorang yang bisa membantu Anda menghibur diri dan Anda juga tidak bisa meluapkan semuanya pada anak-anak karena Anda harus tetap kuat demi mereka yang terkena dampak terbesar perceraian Anda. Anda sadar bahwa mereka membutuhkan Anda untuk menjadi sesosok yang bisa diandalkan. Mereka membutuhkan Anda untuk mengisi peran sebagai ayah dan ibu dalam kehidupan mereka. Anda akan terombang-ambing antara kehidupan Anda dan kehidupan anak Anda. Anda ingin pergi bersenang-senang dengan teman-teman Anda, namun terlalu sering menyerahkan anak ke pengasuh akan membuatnya jauh dari Anda. Tapi Anda juga tetap butuh bersosialisasi dengan teman-teman Anda. Siapkah Anda menghadapi berbagai macam emosi tersebut?

Sejak awal, perceraian bukanlah sebuah pilihan. Masalah dalam keluarga akan selalu bisa diselesaikan jika kedua belah pihak menginginkannya. Mereka yang menjadi orang tua tunggal karena ditinggal berpulang tidak memiliki pilihan lain selain menghadapi kenyataan mereka. Namun di sini, Anda tidak harus menjadi orang tua tunggal. Anda masih memiliki pilihan.

Sumber : jawaban.com / Zee
Halaman :
1

Ikuti Kami