Tuhan Tampak Tertidur Saat Momen Sulit

Tuhan Tampak Tertidur Saat Momen Sulit

daniel.tanamal Official Writer
2313

Joseph Aloisius Ratzinger pada malam pukul 19.00 waktu setempat hari ini akan resmi melepas jabatannya sebagai pemimpin otoritas tertinggi umat Katolik dunia dengan nama kepausan Paus Benediktus XVI. Beberapa perkataan dan pernyataan dari Paus ke-265 itu saat ini begitu penting bagi seluruh umat Katolik.

Paus Benediktus XVI menekankan bagi siapapun yang mengasihi gereja untuk memiiliki keberanian dalam menghadapi masa sulit. Pernyataan ini begitu penting bagi setiap orang mengingat adanya wacana dibelakang mundurnya Paus akibat tekanan dan pemasalahan di Vatikan yang begitu kompleks untuk diselesaikan oleh tokoh sebesar Paus.

"Untuk mencintai gereja, kita perlu memiliki keberanian dalam menghadapi masa-masa yang sulit, keputusan yang menyakitkan, dan terus menjaga nama baik bagi gereja," ujar Paus Benediktus, seperti dilansir Associated Press, Kamis (28/2).

Paus Benediktus XVI juga membuat pernyataan yang mungkin bagi beberapa kalangan akan menjadi pernyataan yang sedikit kontroversial ketika dirinya menyatakan bahwa Tuhan tampak seperti tertidur dalam momen yang sulit. "Saya merasakan momen yang bahagia, namun ada pula momen-momen yang sulit. Momen yang penuh pergolakan dan angin kencang dalam sejarah gereja. Tampaknya, Tuhan sedang tertidur pada saat itu," katanya. 

Paus Benediktus XVI menjadi paus pertama yang mundur sejak 600 tahun yang lalu. Pada malam nanti waktu setempat, dirinya akan bertemu dengan para kardinal yang akan mengurus mengenai masa transisi di Vatikan jelang konklaf, dan Paus akan terbang ke kediamannya di Kastil Gandolfo, Roma.

Paus memang tidak secara terperinci menjelaskan pernyataanya mengenai “Tuhan tampak tertidur”. Namun dapat kita pahami bersama bahwa setiap pernyataan yang diserukan oleh tokoh sebesar Paus pasti berupa kiasan yang tidak harafiah. Karena kita meyakini bersama bahwa Tuhan tidak pernah tertidur untuk segala karya-Nya didunia ini.

 

 


Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami