Putra Benny Hinn Ditangkap di Brazil Karena Pukuli Orang Bisu Tuli

Putra Benny Hinn Ditangkap di Brazil Karena Pukuli Orang Bisu Tuli

Puji Astuti Official Writer
7059

Putra penginjil Amerika Benny Hinn, Joshua Hinn diberitakan ditangkap oleh polisi Brazil karena kasus pemukulan terhadap seorang pria yang tuli dan bisu. Pria bernama Hestephenson Araujo (21) tersebut akhirnya harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami pemukulan dari Joshua dan dua orang bodyguard-nya.

Menurut keterangan yang dirilis Daily Mail, Araujo duduk di bangku barisan paling depan dalam acara kebangunan rohani yang dipimpin Benny Hinn pada Sabtu malam (16/2) di kota Manaus, Brazil. Araujo kemudian berdiri mendekati panggung membawa sebotol air saat Benny Hinn tengah berkotbah. Saat itulah Joshua dan kedua bodyguard-nya Caleb Shirk dan Konstantins Konstantinovs menangkap Araujo, kemudian membawanya ketempat lain dan menginterogasinya serta memukuli pria yang ternyata tidak bisa bicara dan mendengar itu. Ternyata Araujo maju untuk meminta Benny Hinn berdoa memberkati air dalam botol yang dibawanya, karena Benny dipercaya memiliki pengurapan kesembuhan. Beruntung pada saat kejadian ada orang yang peduli dengan kejadian tersebut dan menghubungi polisi, sehingga akhirnya Auraojo dapat diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit.

Walau ketiga orang dari Benny Hinn Ministry tersebut sempat ditahan karena melakukan penyiksaan, namun tidak ada tuntutan yang diajukan oleh piha Auraojo. Ayah Auraojo mengklaim telah membuat kesepakatan dengan pihak perwakilan Benny Hinn untuk tidak membuat tuntutan, dan menurut sebuah portal berita Brazil kemungkinan kesepakatan itu melibatkan jumlah uang yang cukup besar.

Walau putra Benny Hinn dan kedua bodyguardnya kemudian dilepaskan dan langsung kembali ke Amerika, namun pihak kepolisian Brazil menyatakan masih akan melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.

Sebagai seorang penginjil, Benny Hinn kerap menuai kontroversi, terutama tentang kekayaannya yang mencapai 42 juta dolar Amerika dan sempat menghadapi pemeriksaan pihak federal dan juga kasus perceraiannya dengan istrinya Suzanne Hinn pada tahun 2010 lalu yang kemudian keduanya menyatakan telah melakukan rekonsiliasi dan akan menikah ulang. Hasil pernikahannya dengan Suzanne, Hinn memiliki satu putra dan tiga orang putri.

Inisiden pemukulan ini tentu sangat disayangkan, mengingat hal ini terjadi dalam sebuah kebaktian kebangunan rohani. Tindakan main hakim sendiri jelas tidak dibenarkan, kalaupun terjadi kasus ada orang yang mencurigakan berusaha mengganggu berlangsungnya ibadah seharusnya hal tersebut ditindak lanjuti melalui jalur hukum. Semoga hal serupa ini tidak terjadi lagi, terutama oleh lembaga-lembaga berlabel "pelayanan", karena sebagai pengikut Kristus sudah seharusnya mengedapankan tindakan penuh kasih dan bukannya kekerasan.

Baca juga artikel lainnya :

Di Belakang Pemimpin yang Sukses

Pahit Manis Kartu Jakarta Sehat (video)

Mengeja LOVE Dalam Pernikahan

Manfaat Jus Semangka Bagi Kesehatan

Kunjungi Jakarta, Miss World 2012 Seolah di Rumah Sendiri

Mau Investasi di Apartemen? Ini Cara Pilih Yang Potensial

Sumber : Dailymail.co.uk | Christianpost.com | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami