Libya Tangkap 4 Orang Asing Yang Diduga Misionaris

Libya Tangkap 4 Orang Asing Yang Diduga Misionaris

Puji Astuti Official Writer
2643

Pemerintah Libya menyatakan telah menangkap empat orang asing yang diduga menyalurkan buku-buku Kristen di timur kota Benghazi. Menurut pihak kepolisian Libya penginjilan di negara yang “100 persen Muslim” tersebut merupakan sebuah kejahatan besar.

Empat orang asing tersebut dari beberapa negara, yaitu Afrika Selatan, Mesir, Korea Selatan dan satu orang memiliki dua kewarganegaraan Swedia dan Amerika Serikat. Mereka ditangkap pada hari Selasa (12/2) lalu. Polisi menemukan 45.000 buku pada keempat orang tersebut dan ada 25.000 eksemplar yang sudah dibagikan. Tindakan keempat orang asing tersebut dianggap membahayakan keamanan nasional.

“Kami masih melakukan interogasi dan akan menyerahkannya kepada pihak intelijen Libya dalam beberapa hari,” demikian jelas Hussein bin Hamid, juru bicara pihak Kepolisian Libya.

Sejak revolusi penggulingan Muamar Kadafi kondisi umat Kristen di negara tersebut tidak mengalami perbaikan, bahkan menurut sumber kantor berita Katolik Fides di awal bulan Februari ini, kelompok fundamentalis Muslim telah memaksa penganut Kristen ke wilayah timur Libya. Situasi ini digambarkan sebagai keadaan kritis dan sangat menegangkan.

“Pada hari-hari ini, jemaat dari Holy Family di Spoleto yang telah ada disana selama 100 tahun dipaksa meninggalkan Derna,” demikian pernyataan dari sebuah kota pelabuhan di timur Libya. “Di Barce (terletak antara Benghazi dan Derna) suster-suster Fransiskan akan meninggalkan rumah mereka dalam waktu dekat.”

Umat Kristen Libya semakin kuatir tentang keselamatan mereka sejak pemboman gereja yang terjadi di  kota Mediterania Dafniya pada bulan Desember 2012 yang menewaskan dua orang. Tidak hanya itu, banyak makam yang dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan pemerintah belum bisa menangkap mereka.

Sebelum terjadinya revolusi, ada sekitar 100.000 orang Kristen di Libya, namun sejak penggulingan Kadafi terjadi, diperkirakan jumlahnya menyusut tingga beberapa ribu orang saja. Revolusi tidak selalu menjanjikan perubahan yang lebih baik, hal inilah yang terjadi di beberapa negara di benua Afrika. Walau demikian, hal itu tidak menghambat Tuhan bekerja, untuk itu mari terus dukung doa umat Kristen yang sedang menghadapi masa-masa sulit seperti umat Kristen di Libya ini.

Baca juga :

Keberanian Seorang Pemimpin Sejati

Mengeja LOVE Dalam Pernikahan

Dapat Hadiah Coklat Valentine? Sehat Tidak Coklatnya?

Jenguk Raffi, Sejumlah Artis Bawa Pudding Cokelat

Sumber : Christian Post | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami