Serukan Perdamaian dan Keadilan, Gereja Yerusalem Gelar Pekan Doa

Serukan Perdamaian dan Keadilan, Gereja Yerusalem Gelar Pekan Doa

Puji Astuti Official Writer
3381

Saat ini gereja-gereja di Yerusalem sedang melakukan kegerakan doa : Pekan Doa untuk Persatuan Umat Kristen (Week of Prayer for Christian Unity) yang berlangsung sejak 19  - 27 Januari 2013. Tema yang diangkat pada minggu ini adalah "Apa yang Tuhan Tuntut dari Kita?"

Pada hari Minggu (20/1) dalam ibadah yang diselenggarakan pukul 5 sore waktu setempat di gereja Katedral Anglikan St. George the Martyr di Yerusalem. Tema kotbah yang disampaikan adalah "Berjalan Sambil Berbincang" berdasarkan kisah di Jalan Emaus yang tertulis di Lukas 24.

Uskup Anglikan Yerusalem, Suheil Dawani menyambut jemaat yang hadir dan bicara di depan para pemimpin gereja di Yerusalem yang hadir, bagaimana "kita sering berjalan bersama dan berbagi ketertarikan dan keprihatinan yang sama."

Dawani berkata, "Diantara banyak keprihatinan dan tanggung jawab kita, ada keterdesakan tentang menurunnya umat Kristen di Tanah Suci ini. Belum lama lalu, orang Kristen pribumi jumlahnya mencapai 20 persen dari populasi. Hari ini kita kurang dari 2 persen. Umat Kristen telah ada di Yerusalem sejak hari Pentakosta pertama, dan kita harus memastikan kita tetap ada dan setia menjadi saksi di sini hingga Tuhan kita datang kembali."

Dawani juga mengungatkan umat Kristen di Tanah Suci dan di seluruh Timur Tengah untuk membawa damai, membangun jembatan pengertian, toleransi dan penerimaan di antara masyarakat yang beragam.

"Kedamaian yang kita cari dan kejar adalah satu bagian dimana intinya adalah keadilan. Kita adalah suara bagi mereka yang tidak bisa bersuara dan suara kita harus di dengar di sini dan juga di seluruh penjuru dunia, bahwa kita mengingatkan umat Kristen dan juga non-Kristen bahwa Tuhan menginginkan keadilan bagi semua anak-anak-Nya," demikian pernyataan Dawani yang dikutip oleh episcopaldigitalnetwork.com, Selasa (22/1).

Pekan Doa untuk Persatuan Umat Kristen menurut Dawani adalah jawaban untuk menjadi berani dalam bersaksi bagi Tuhan Yesus Kristus. Ia juga menyarankan kepada umat Kristen pribumi untuk tetap berada di Yerusalem dan mengejar perdamaian dan juga keadilan.

Setelah kotbah disampaikan, paduan suara The Olive Branch Choir menyanyikan beberapa pujian. Paduan suara tersebut terdiri dari orang-orang Kristen Palestina di Betlehem, Beith Sahour dan Beit Jala serta sejumlah orang asing. Pemimpin paduan suara tersebut adlaah Fr. Aurelio Mule Stagno.

Selain fokus pada gereja dan umat Tuhan di Yerusalem, Pekan Doa untuk Persatuan Umat Kristen 2013 juga mengangkat masalah umat Kristen India dari kelompok Dalit, dimana umat Kristen dunia diminta berdoa agar terjadi pembongkaran sistem kasta dan memberikan penghargaan dan kontribusi yang lebih besar bagi suku yang termiskis dari yang termiskin di India ini.

Berikut ini adalah agenda Pekan Doa untuk Persatuan Umat Kristen 2013 :
Sabtu, 19 Januari : Anastasis (Holy Sepulchre), Calvary pukul 05:30
Minggu, 20 Januari : Anglican Cathedral of St George, Nablus Road pukul 5 sore
Senin, 21 Januari : Armenian Cathedral of St James, Old City, Armenian Quarterpukul 5 sore
Selasa, 22 Januari : Lutheran Church of the Redeemer, Old City, Muristan pukul 5 sore
Rabu, 23 Januari : St. Saviour’s Latin Parish Church, Old Cit, dekat New Gate pukul 5 sore
Kamis, 24 Januari : Upper Room, Cenacle, Mount Zion pada 04:00 sore
Jumat, 25 Januari :St. Mark’s Church, Syrian Orthodox Old City, near Jaffa Gate pukul 5 sore
Sabtu, 26 Januari : Ethiopian Orthodox Church, off Prophets’ Street pukul 5 sore
Minggu, 27 Januari : Greek Catholic Church of Annunciation, Old City, dekat Jaffa Gate pukul 5 sore

Baca juga artikel lainnya:

Siwon Super Junior : Pray For Jakarta

Single dan Bahagia

Sarkasme Bisa Hancurkan Pernikahan Anda

Sumber : Episcopaldigitalnetwork.com | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami