Lawrence Khong Bersuara Keras Tentang Homoseks

Lawrence Khong Bersuara Keras Tentang Homoseks

Papa Henokh Hizkia Immanuel Simamora Official Writer
2875

Gembala Gereja Faith Community Baptist, salah satu megachurch di Singapura, membuat pernyataan tegas kepada pemerintah Singapura bahwa pengesahan terhadap pernikahan sesama jenis merupakan ancaman bagi suatu keluarga

Lawrence Khong  menolak jika undang-undang tentang pernikahan sejenis disahkan di Singapura.

Pendeta atau gembala senior Faith Community Baptist Church (FCBC) ini telah memperingatkan mantan Perdana Menteri Singapura berkaitan akan hal homoseksual.

Singapura memang telah lama memiliki hukum atau undang-undang yang ketat terhadap homoseksualitas sejak zaman kolonial. Namun undang-undang tersebut sedang ditantang/diusik oleh aktivis hak azasi kaum gay dan lesbian yang bersikeras bahwa undang-undang tersebut harus dicabut.

Khong yang kini berusia 51 tahun, memimpin salah satu dari megachurches di Singapura dengan 9.000 jemaat, yang ia dirikan sejak tahun 1986. Selain menjadi pengkhotbah populer, Khong juga seorang penghibur, produser film dan pesulap. Sebab kerap kali ia berkotbah dengan menggunakan sulap atau pertunjukkan yang kreatif.

Perdana Menteri Goh Chok Tong yang mengunjungi FCBC pekan lalu, menjabat sebagai Perdana Menteri Singapura dari tahun 1990 hingga 2004 dan tetap relatif netral dalam perdebatan gay, menyatakan bahwa "orang bebas untuk berdiri dengan keyakinan mereka"

Dalam pernyataannya, Pastor Khong menegaskan pandangan Alkitab yang tradisional tentang homoseksualitas, dan menulis bahwa “gerejanya meyakini akan unit keluarga yang terdiri dari seorang laki-laki dewasa sebagai ayah dan suami dengan seorang wanita dewasa sebagai ibu dan isteri yang pada akhirnya melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka. Hal tersebut merupakan bangunan dasar dari suatu masyarakat, nilai dasar untuk masa depan yang aman, serta hal yang paling mendasar untuk pembangunan suatu bangsa. "

Khong mengatakan bahwa ia mendapat kehormatan atas kunjungan mantan perdana menteri itu, dan mengatakan bahwa gerejanya akan terus berdoa agar pemerintah memberikan kepemimpinan moral dan mempertahankan bangunan dasar dari masyarakat.

Semoga apa yang dilakukan Pastor Lawrence Khong menginspirasi banyak pemimpin rohani lainnya untuk tetap menyuarakan kebenaran kepada jemaat, masyarakat dan bahkan pemerintah dengan sikap tetap menghormati kepemimpinan mereka. Mari kita berdoa untuk hal ini supaya bangkit pemimpin dan pelayan masyarakat yang memiliki kebijaksanaan yang dari TUHAN.

 

Baca Juga :

Gak Sadar Hamil, Seorang Ibu Melahirkan di Tengah Banjir

Newsweek Agungkan Obama: Penyelamat 'The Second Coming'

Homoseksual Bertentangan Dengan Penciptaan (Part 1)

Ahok Pindah Rumah ke Muara Karang

Keselamatan Sejati Dari Yesus Kristus

Karena Tak Cinta, Aku Tak Pernah Layani Suamiku

Sumber : christianpost / jp.mamora

Ikuti Kami