Berbelas Kasih

Berbelas Kasih

Budhi Marpaung Official Writer
20943

Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. (Lukas 7:12-15)

Apa yang ada di dalam pikiran Anda ketika Anda mendengar kata berbelas kasih? Perasaan iba kah, orang yang tidak mampu secara finansial kah, atau kegiatan memberikan/menyumbangkan uang? Bila ada diantara jawaban tersebut adalah jawaban Anda maka Anda sangat tepat membaca artikel pengajaran kali ini.

Disadari atau tidak, kita seringkali menyamakan makna berbelas kasih dengan ketiga hal diatas, padahal makna tersebut masih kurang lengkap. Mengapa ? Karena berbelas kasih lebih daripada perasaan iba dan kegiatan yang bersifat sosial.

Jika kita membaca ayat-ayat yang ada diatas maka kita akan mengetahui bahwa Tuhan yang kita sembah merupakan Tuhan yang berbelas kasih dan bahkan bisa dikatakan Dialah pribadi yang paling tepat untuk kita jadikan sebagai tokoh panutan dalam hal berbelas kasih itu sendiri.

Penulis menemukan ada empat pelajaran menarik yang bisa kita ambil dari Tuhan Yesus mengacu pada Lukas 7:12-15 :

1. Kita harus melihat sekitar. Lukas 7:13 menuliskan bahwa sebelum belas kasih Tuhan muncul kepada janda ini, Dia melihat terlibat dahulu kepada janda yang baru saja kehilangan anaknya ini.

Perihal ‘Tuhan melihat kepada janda’ sangat penting untuk dimengerti yakni bahwa untuk kita dapat berbelas kasih maka kita harus menggunakan mata dan atau bahkan telinga kita ke sekitar kita.

2. Hati mudah tergerak membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Ketika Tuhan melihat janda yang ditinggal anaknya meninggal, dituliskan di bagian alkitab tersebut bahwa hati Tuhan pun langsung tergerak oleh belas kasihan.

Untuk dapat berbelas kasih, kita harus menjadikan hati kita mudah sekali tersentuh dengan orang-orang yang sedang dalam kesedihan, pergumulan, kesengsaraan. Namun, untuk melakukannya Anda tidak dapat melakukan hal ini seorang diri. Anda memerlukan Roh Kudus.

Minta Roh Kudus untuk tiap-tiap hari membuat hati Anda peka dengan keadaan sekitar dan tidak sulit untuk mengulurkan bantuan kepada orang lain yang memang membutuhkan pertolongan.

3. Belas kasih yang timbul di hati selalu diikuti dengan tindakan untuk menolong. Lukas 7:14 menuliskan bahwa sesudah hati Tuhan tergerak belas kasihan maka Dia menghibur hati ibu janda ini, menghampiri usungan, menyentuh jasad anak muda tersebut, dan memerintahkan anak tersebut bangkit.

Saat hati kita sudah tergerak kepada orang lain maka kita harus segera bertindak. Kita jangan menunggu-nunggu waktu untuk menolongnya. Begitu Anda berkata ‘lain kali saja’ atau ‘kemudian hari saja saya menolongnya’ maka Anda sedang berupaya mematikan belas kasihan di hati Anda. Kesegeraan menolong adalah kata kunci untuk poin ini.  

4. Selalu menjawab kebutuhan. Ketika Tuhan membangkitkan anak muda di Nain ini, Dia tidak sekedar sedang memperlihatkan mukjizat-Nya. Namun, yang Dia kerjakan sebetulnya adalah menjawab kebutuhan dari sang janda tersebut. Sang janda ini kehilangan anaknya dan ia begitu sedih karena itu. Tuhan mengetahui bahwa yang dapat membuat janda ini bahagia adalah dengan membangkitkan anak si janda tersebut dan Dia melakukannya.

Berbelas kasih bukanlah ketika Anda bertemu pengemis, Anda memberikan uang kepadanya atau mengetahui banyak anak jalanan yang hidup di kolong jembatan lalu Anda memberikan makanan kepada mereka. Berbelas kasih adalah ketika Anda menolong orang lain sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhannya.

Mempunyai rasa iba bagi orang lain sudah merupakan langkah bagus yang Anda ambil, namun begitu jangan berhenti sampai disana. Jadilah orang yang berbelas kasih karena inilah yang Tuhan mau dan Dia telah dan bahkan sampai sekarang masih menunjukkannya kepada kita semua.  

Baca juga : 

Higher, Lagu Spesial Dari HPM

Forum JC : Dokumentasi Kopdar + Photo Hunting

Semifinal Sepakbola Olimpiade 2012 : Brazil 3 vs Korsel 0

Sumber : Jawaban.com / budhianto marpaung

Ikuti Kami