Menjadi Sahabat Bagi Anak

Menjadi Sahabat Bagi Anak

Papa Henokh Hizkia Immanuel Simamora Official Writer
3628

Apakah anda punya anak yang memiliki sifat tertutup? Apakah anda ingin supaya dia bisa lebih terbuka kepada anda? Sifat tertutup anak kepada orang tua, sangat sering dijumpai, baik anak yang masih berusia balita, maupun yang sudah beranjak remaja.

Cobalah untuk introspeksi diri, siapa tahu semua itu adalah salah anda. Tidak jarang hal itu disebabkan oleh pola didik kita yang salah, sehingga membuat buah hati kita merasa tertekan dan minder.

Sikap tegas tidaklah berarti berteriak marah atau melakukan kekerasan. Sikap tegas, adalah tindakan yang harus segera dilakukan karena anak kita melakukan kesalahan yang membahayakan dirinya.

Dalam hal ini, bukan masalah apakah kita tidak boleh melarang ini dan itu kepada buah hati kita, melainkan cara kita melakukannya. Karena sikap tegas yang benar juga harus mempertimbangkan perasaannya dan harga dirinya.

Jadilah seorang sahabat bagi anak anda, agar tidak ada jurang pemisah yang terlalu jauh antara anda dan buah hati anda.

Seorang sahabat mau mengerti perasaan dan cara berfikir sahabatnya. Seorang sahabat bisa membuat sahabatnya merasa nyaman dan percaya untuk terbuka dan mau berbagi dengan jujur. Seorang sahabat mau mengakui kelemahan dan kesalahannya tanpa malu dan gengsi. Seorang sahabat mau ketawa dan menangis di depan sahabatnya.

Lalu bagaimanakah menempatkan diri anda, untuk bisa berperan sebagai sahabat? Mungkin ada bermacam-macam cara dan mungkin terkadang harus keluar dari “aturan”, namun terkadang cara itulah yang terbaik.

Ada seorang kawan saya, yang bisa berperan sebagai sahabat pada anaknya. Mereka biasa ngobrol dengan suara yang keras, saling mengejek, saling menertawakan, bercanda, dan masih banyak cara yang lain yang sesuai dan cocok dengan kebiasaan, ada istiadat, dan budaya anda. Namun tentunya, cara anda tidak harus sama dengan kawan saya itu.

Mungkin anda bisa belajar mulai dari sekarang. Misalnya, anda memiliki anak yang berbadan gemuk. Dalam suasana santai, cobalah sekali-kali panggil dia dengan “Ndut!” atau sapaan lucu lainnya. Mengapa saya mengatakan dalam suasana santai? Yah... Karena keadaan jiwa dan suasana hati yang tidak baik, bisa mempengaruhi apakah buah hati anda suka dipanggil dengan panggilan itu, atau malah sakit hati?

Yang terpenting di sini adalah, jangan membuat jurang pemisah yang terlalu jauh pada buah hati anda. Jadilah sahabat yang selalu dekat dan mau peduli akan kebutuhan buah hati anda. Intinya, mengubah atau membentuk seseorang, akan lebih mudah bila kita mau menyatu dengan karakter seseorang tersebut dan mengerti kelebihan serta kekurangannya.

 

Baca juga artikel lainnya :

Orang Yang Memiliki Belas Kasihan Pasti Masuk Surga 

Suamiku Sahabatku

Tayangan Kekerasan Picu Anak Sulit Bedakan Imajinasi dan Realita

Lakukan Ritual Usir Setan, Bocah Cilik Tewas

Sumber : forum.detik.com

Ikuti Kami