Dosa yang Tidak Terampunkan

Dosa yang Tidak Terampunkan

Budhi Marpaung Official Writer
7487

Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak (Matius 12:32)

Beberapa orang percaya bahwa Allah tidak dapat mengampuni mereka. Mereka berpandangan bahwa mereka sudah melakukan "dosa yang tak terampunkan." 

Orang-orang besar di masa lalu seperti Martin Luther (yang memulai Reformasi) dan John Bunyan (yang menulis Christian Classic, Perjalanan Seorang Musafir) menariknya pun pernah tenggelam di dalam pemikiran ini. Namun, mereka berhasil keluar dari hal tersebut setelah mereka belajar tentang janji-janji besar Allah dan menerima semua itu dengan iman.

Apa yang sebenarnya Alkitab katakan tentang dosa yang tidak terampunkan ?

"Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan."….'Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak." (Matius 12:24, 31, 32).

Memahami dosa yang tidak terampunkan

Kesempatan pertama manusia 'berbuat dosa terhadap Allah' dicatat dalam Kejadian 3:1-7. Dalam bagian Alkitab itu, Iblis memasuki keberadaan Adam dan Hawa dan menantang orang tua pertama kita ini untuk tidak mematuhi Firman Allah. Intinya, Allah memerintahkan Adam (dan Hawa) agar tidak makan dari Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat yang terletak di tengah-tengah Taman Eden. Keduanya, Adam dan Hawa diberi akses ke setiap pohon lain di Taman, hanya satu Pohon ini yang dilarang kepada mereka.

Iblis (disebut Ular dalam Kejadian 3:1) yang menyebabkan kejatuhan manusia awalnya meyakinkan Hawa bahwa kebenaran Firman Tuhan tidak lain hanyalah kebohongan dan dapat tidak ditaati. Sebagaimana kita ketahui, Hawa pun menjadi percaya dan mengajak Adam untuk melakukan apa yang ia telah lakukan.

Dari peristiwa tersebut, kita dapat melihat bahwa yang membuat Adam dan Hawa berbuat dosa terhadap Allah adalah karena ia menolak kebenaran Firman Tuhan dan menerima kebohongan Iblis. Ini adalah keprihatinan mendasar seputar isu dari "dosa yang tak terampunkan."

Namun ketika Adam dan Hawa berdosa 'terhadap Allah’, Allah telah merencanakan untuk bagaimana manusia dapat berhubungan lagi dengan-Nya. Oleh sebab itu, Yesus Kristus dikirimkan ke dunia. Melalui Dialah, manusia akan mengetahui mengenai pengampunan Bapa dan rencana keselamatan yang datang.

Lewat kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus Kristus, Allah membuat jalan bagi manusia berdosa diselamatkan dari kematian kekal.

Setelah Yesus naik ke surga, Allah Bapa mengutus Roh Kudus ke dunia untuk mengingatkan orang-orang akan dosa dan kebutuhan mereka akan keselamatan yang diberikan Allah melalui anak-Nya. Oleh sebab itu, Roh Kudus tidak pernah berbicara tentang diri-Nya, tetapi bersaksi tentang Yesus sebagai Juruselamat manusia (Yohanes 14:25, 15:26 dan 16:13).

Roh Kudus hingga sekarang masih mengingatkan orang-orang tentang kebenaran Allah, tetapi di saat Dia bekerja di dunia ternyata ada orang-orang yang menganggap kesaksian yang Dia berikan adalah palsu. Mereka mengabaikan kebenaran Allah dan menyamakannya dengan kebohongan. Mereka bahkan kerap mengasosiasikan kuasa Roh Kudus dengan kekuatan Iblis, Bapa segala dusta (Yohanes 8:44).

Suka atau tidak suka, saat seseorang sudah menolak kebenaran dan pekerjaan dari Roh Kudus maka tidak akan ada cara lain lagi yang dapat membuat orang itu selamat.

Menolak kebenaran Allah yang disampaikan oleh Roh Kudus sama dengan menghujat Roh Kudus dan hal ini tidak dapat diampuni baik di dunia yang sekarang maupun di dunia yang mendatang.

Karenanya, bagi Anda yang saat ini belum juga untuk memercayai keselamatan yang diberikan Tuhan Yesus mulailah untuk memercayainya. Ambillah keputusan untuk mengakhiri kehidupan penuh dosa Anda, mulailah bertobat dan terimalah Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi.  

Seperti saya, Anda pun dilayakkan-Nya menerima anugerah ini. Dosa Anda dan saya telah diampuni bukan karena perbuatan baik kita, tetapi semata-mata karena Dia memberikannya bagi kita (Efesus 2:8).  Bersyukurlah karena kita memiliki Allah yang mengasihi kita !

Baca juga : 

Papua Nugini Tak Juga Ekstradisi Djoko Tjandra

Forum JC : Kopdar Photo Hunting

Kendala-Kendala Ketika Istri Jauh Lebih Tua Dari Suami 

Ikuti Kami