Kondom Laris Diborong Remaja Saat tahun Baru Dan Lulusan Sekolah

Nasional / 21 June 2012

Kalangan Sendiri

Kondom Laris Diborong Remaja Saat tahun Baru Dan Lulusan Sekolah

Lestari99 Official Writer
7489

Kebijkaan Menteri Kesehatan yang mengintensifkan penggunaan kondom dengan sasaran kalangan perilaku sex beresiko menuai kontroversi. Program ini bertujuan untuk menghindari penularan penyakit dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Sebelumnya Menkes menyampaikan perlunya ditingkatkan pendidikan agama dan pendidikan kesehatan reproduksi untuk melindungi para remaja dari perilaku sex beresiko. Menkes juga menggalakkan kampanye ABAT (Aku Tahu Aku Bangga) dengan target usia 15-24 tahun.

Meskipun kampanye ini disinyalir dapat menurunkan tingkat penularan HIV/AIDS dan penyakit kelamin lainnya, namun dikuatirkan kampanye ini akan semakin meningkatkan angka sex bebas di kalangan remaja. Terlebih lagi kondom menjadi barang yang mudah didapatkan dengan harga yang terjangkau.

Hampir seluruh waralaba asing dan minimarket lokal memajang kondom di rak jualan mereka. Bahkan informasi yang didapatkan Detik News dari beberapa penjaga minimarket lokal menyebutkan bahwa pembelian kondom pada remaja ramai terjadi saat tahun baru dan lulusan sekolah. Kondom bukanlah hal baru dan tabu bagi remaja. Sebuah fenomena yang patut menjadi perenungan kita bersama.

Kehidupan anak remaja zaman sekarang memang terbilang cukup memprihatinkan. Budaya sex bebas semakin merajalela merenggut kepolosan dan keluguan mereka. Peran aktif segala pihak sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan generasi muda dari jerat dosa sex ini. Keluarga menjadi pilar utama dalam mencetak generasi muda yang sehat baik secara jasmani, mental maupun rohani.

Memperkenalkan generasi muda kepada nilai-nilai kebenaran Firman Tuhan menjadi suatu hal yang tak dapat ditawar lagi. Karena bagaimanapun juga kondom bukanlah jalan keluar terbaik untuk mencegah kehamilan dan penyakit kelamin menular, namun bagaimana generasi muda memiliki nilai hidup yang teguh dan menjauhkan mereka dari gaya hidup sex bebaslah yang sejatinya akan menghindarkan mereka dari ancaman HIV/AIDS dan masa depan yang suram.

 

Baca Juga:

Sumber : Detik News / LEP
Halaman :
1

Ikuti Kami