Mengapa Ada Alergi?

Gizi & Nutrisi / 4 May 2012

Kalangan Sendiri

Mengapa Ada Alergi?

Lois Official Writer
11195

Alergi pada manusia bisa dibilang sangat unik. Ada yang suka mengkonsumsi seafood meskipun dia tahu pada akhirnya tubuhnya akan menolak dan menimbulkan gatal-gatal, salah satu efek samping dari alergi. Alergi juga dapat disebabkan oleh sulfide atau salisilat dalam makanan dan obat, penyedap masakan, zat pengawet, dan pewarna sintesis. Alergi makanan mempengaruhi sekitar 3-10% anak-anak. Pada beberapa bayi, hal itu dikarenakan protein tidak dapat dicerna secara optimal karena aktivitas enzim pencernaan belum sepenuhnya berkembang.

Apa penyebab alergi? Tubuh kita yang dilindungi oleh sistem kekebalan tubuh, memproduksi sejenis protein yang disebut antibodi. Antibodi inilah yang juga dapat menyebabkan reaksi alergi. Saat pertama kali makan makanan penyebab alergi, sistem kekebalan tubuh membuat immunoglobulin E (IgE). IgE bertindak sebagai penanda molekul makanan penyebab alergi. Ketika makan makanan itu lagi, tubuh akan mengeluarkan antibodi IgE dan bahan kimia lainnya termasuk histamin untuk mengusir ‘musuh’ dari tubuh. Sebagai responnya, gejala alergi pun terjadi.

Tidak ada alasan jelas mengapa beberapa makanan dapat menyebabkan alergi dan yang lainnya tidak, tapi kemungkinannya karena beberapa protein dalam makanan sangat mirip dengan protein yang terdapat dalam virus dan bakteri sehingga sistem kekebalan tubuh kita tidak mampu membedakan protein makanan dengan protein virus atau bakteri.

Gejala dan tingkat keparahan berbeda-beda pada tiap orang. Beberapa gejala alergi yang mungkin timbul yaitu pada kulit (ruam kemerahan, biduran, menghilang dalam beberapa hari), mata (edema, konjungtivitis alergi), hidung (meler, bersin), tubuh (pembengkakan), mulut (radang di mulut, lidah, dan langit-langit), saluran pernapasan (batuk, asma, sesak napas), saluran pencernaan (diare, muntah, perut kram, keras, dan kembung), sistem tubuh (syok, tekanan darah, gangguan irama jantung, sakit kepala, kelelahan).

Cara sederhana untuk mendiagnosis makanan apa yang menyebabkan alergi adalah dengan rotasi diet, yaitu mengkonsumsi makanan tertentu yang diganti setiap 3-4 hari sekali dalam dua atau tiga siklus. Setelah mengetahui makanan penyebab alergi, sebisa mungkin hindari makanan itu. Namun, jika kita suka, ada baiknya selalu membeli produk dari merek yang sama, yang kita uji coba pada diri sendiri tidak akan menimbulkan alergi. Pada kebanyakan kasus, obat antihistamin dapat mengurangi pembengkakan dan gatal-gatal alergi.

Meski begitu, bagaimanapun juga jagalah tubuh kita sebaik mungkin. Jika memang menimbulkan alergi, ada baiknya kita hanya makan makanan penyebab alergi seminim mungkin. Tubuh terasa lebih fit dan hidup pun terasa lebih nyaman.

Sumber : majalahkesehatan.com by lois horiyanti/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami