Penyakit Aneh Tak Buat Sain Kehilangan Pengharapan

Penyakit Aneh Tak Buat Sain Kehilangan Pengharapan

Lestari99 Official Writer
5067

Sain Mumtaz (22) menderita penyakit langka yang membuat kepala, kaki dan tangannya berukuran raksasa. Namun ia tak putus asa untuk mencari pengobatan agar nantinya ia dapat menemukan seseorang yang mencintainya. Sain diterima dengan baik di lingkungan tempat tinggalnya di pinggiran Lahore, Pakistan. Namun penyakit yang disebut sindrom Proteus ini membuat bagian-bagian tertentu dari tubuhnya terus berkembang. Sain mengalami kesulitan untuk bepergian dengan tubuh raksasanya yang melebihi ukuran normal.

Sain diduga menderita variasi yang unik dari sindrom Proteus, yaitu kelainan bentuk yang tidak simetris dari wajah dan tengkoraknya. Ironisnya Sain pernah mengira bahwa penyakitnya ini merupakan kutukan yang diberikan kepadanya oleh Allah yang pendendam sehingga membuat ia tak bersemangat dan tertekan. Namun teman-teman dan keluarga yang terus mendukungnya membuat semangatnya bangkit dan saat ini ia bertekad untuk merangkul kehidupan. Penduduk setempat memanggilnya dengan sebutan “teman raksasa” dan mereka bertekad untuk menemukan obat bagi Sain yang memiliki pengharapan untuk dapat bertemu dengan wanita idamannya.

“Saya sudah seperti ini sejak lahir. Ukuran wajah, tangan dan kakiku berbeda dengan yang lain dan orang menganggap saya tidak seperti manusia normal lainnya. Namun secara mental saya siap dan memahami segalanya, saya menjalani hidup saya seperti orang lain tak terkecuali seluruh keluarga saya termasuk ibu, ayah, kakak dan adik yang lahir normal tidak seperti saya. Dulu orang lari dari saya. Tapi saat ini mereka memperlakukan saya dengan normal, duduk dan ngobrol dengan saya ketika saya keluar rumah. Mereka memanggil saya teman mereka. Suatu hari saya berharap dapat sembuh dan bertemu dengan seorang wanita yang akan mencitai saya,” ungkap Sain sebagaimana dilansir Daily Mail, Kamis (31/5).

Waktu kecil Sain pernah dibawa ke dokter dan didiagnosa menderita sindrom Proteus dan tak ada yang dapat dilakukan untuk menolongnya. Sejak saat itu Sain tidak pernah lagi datang menemui dokter. Jika proteus adalah diagnosis yang tepat atas penyakitnya, mungkin tak ada yang dapat mengurangi berat maupun ukuran badannya yang besar. Namun keluarganya berpegang pada harapan bahwa Sain menderita beberapa gangguan pertumbuhan berlebih yang lain. Dan jika ini benar maka mungkin ada pengobatan lain yang dapat membantunya.

Ayah Sain, Wazir Ali, berkata, “Kami ingin menemukan apa yang salah dengan dirinya, dan apakah ada sesuatru yang mungkin dapat dilakukan untuk memperbaiki hari-hari hidupnya. Dia memiliki harapan untuk masa depannya. Suatu hari ia ingin menjalankan bisnis becak dan menemukan seorang istri.”

Sebuah semangat hidup yang sungguh luar biasa baik dari Sain Mumtaz maupun keluarganya. Bagaimana di tengah segala kemustahilan secara manusia, mereka tetap memiliki pengharapan yang tak lapuk ditelan waktu. Sebuah semangat yang patut dicontoh oleh setiap kita yang mungkin saja kondisinya jauh lebih baik dari Sain namun telah kehilangan pengharapan. Sesungguhnya pengharapan di dalam Tuhan tidaklah mengecewakan bagi mereka yang mengasihi-Nya.

 

Baca Juga:

Sumber : Daily Mail

Ikuti Kami