Gas Misterius Lumpuhkan 130 Pelajar Afghanistan

Gas Misterius Lumpuhkan 130 Pelajar Afghanistan

Lestari99 Official Writer
4293

Sekitar 130 pelajar putri dan 3 guru wanita di Afghanistan harus dilarikan ke rumah sakit setelah terkena serangan gas beracun misterius di sekolah mereka. Serangan ini merupakan serangan ketiga dalam satu bulan terakhir. Insiden ini terjadi di sebuah SMA khusus putri di Taloqan, ibukota provinsi Takhar, Afghanista utara seperti diberitakan media DPA dan dilansir News.com.au, Kamis (24/5).

“Rumah-rumah sakit terdekat dan pusat-pusat kesehatan lainnya telah menerima 130 pelajar dan 3 guru yang pingsan dikarenakan menghirup sejenis gas beracun misterius. 50 siswa telah ditangani. Sisanya harus dirawat inap di rumah sakit,” ungkap Hafizullah Safi, kepala departemen kesehatan publik Provinsi Takhar.

Sampel darah dari para siswa dan guru ini telah dikirim ke kabul untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian sendiri telah mengkonfirmasi insiden tersebut dan menyalahkan militan Taliban atas seranagn itu. “Taliban bermaksud meneror mental para pelajar dan mencegah mereka mendapatkan pendidikan,” ujar juru bicara kepolisian Khalilullah Asir.

Belum ada pengakuan dari pihak Taliban atas kejadian ini. Namun dari serangan serupa, Taliban membantah keterlibatannya. Mereka mengaku tidak menentang pendidikan. Selama masa kekuasaannya di Afghanistan dari tahun 1996-2011, anak-anak perempuan dilarang bersekolah.

Insiden serupa telah terjadi pada awal bulan ini di sebuah sekolah di provinsi Takhar, Afghanistan utara. Saat itu 150 anak keracunan gas beracun misterius. Pekan lalu, 200 pelajar putra keracunan di Provinsi Khost.

Afghanistan selama satu dekade terakhir terus dilanda konflik berkepanjangan. Konflik yang pada akhirnya seringkali berdampak pada warga sipil maupun mereka yang tidak terlibat secara langsung dalam konflik tersebut. Suatu kondisi memprihatinkan yang memerlukan kerjasama setiap pihak untuk mengembalikan kedamaian di negeri ini.

 

Baca Juga:

Sumber : detik
Halaman :
1

Ikuti Kami