PDIP Sudah Bahas Video Porno Anggota DPR 7 Bulan Lalu

PDIP Sudah Bahas Video Porno Anggota DPR 7 Bulan Lalu

Lestari99 Official Writer
7232

Video porno mirip anggota DPR yang sedang heboh beberapa hari ini ternyata telah beredar sejak 7 bulan lalu. Hal itu diakui oleh Wakil Ketua DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Pramono Anung. PDI Perjuangan saat itu langsung membahasnya di lingkungan internal partai.

“Tujuh bulan lalu sudah kami bahas, tapi saat itu tidak ada bukti. Kaitannya untuk menakut-nakuti seseorang. Ini berkaitan dengan kekecewaan seseorang,” ungkap Pramono Anung di Gedung DPR, Rabu (25/4).

Pramono menegaskan bahwa kebenaran akan video porno tersebut perlu diinvestigasi, termasuk apakah ada unsur pemerasan di balik penyebaran video ini. Pramono juga mengungkapkan bahwa video tersebut tidak dilakukan antar kader PDI-P. Pihaknya pasti melakukan investigasi untuk memastikan benar tidaknya perempuan dalam video tersebut adalah kader PDI-P. Namun Pramono memastikan bahwa pria dalam video terebut bukanlah politisi PDI-P Aria Bima sebagaimana disebutkan dalam berbagai media online.

“Kalau mau jujur, itu tidak dilakukan antar kader,” ungkap Pram. Ia juga menjelaskan bahwa pria dalam video tersebut bertubuh gempal sedangkan Aria Bima bertubuh kurus. “Apakah penyebaran video ini berkaitan dengan interpelasi, pilkada Jabar? Saya melihat ada motif-motif tertentu di sini,” tambahnya.

Adapun mengenai etika sebagai pejabat negara, Pramono menilai hal itu menjadi kewenangan Badan Kehormatan DPR. Untuk itu dia meminta agar pihak partai dan BK segera memastikan benar tidaknya perempuan itu adalah anggota DPR.

“Jangan sampai orang yang menjadi korban pemerasan malah jadi korban dari persepsi publik karena dengan kesengajaan melakukan tindakan dalam persepsi moral tidak dibenarkan,” ungkap Pramono. “Ini tidak hanya menyangkut yang bersangkutan tapi juga keluarga besar PDIP,” pungkasnya.

Aria Bima sendiri dalam kesempatan yang berbeda membantah keras keterlibatannya di dalam video porno tersebut. Aria menyatakan masih memantau terus perkembangan isu yang menyeret namanya itu.

Yang jelas tidak ada asap kalau tidak ada api. Kalau seseorang terutama para anggota legislatif yang seharusnya menjadi figur publik menjaga sikap dan perilakunya dengan penuh integritas, tidak ada celah untuk dipermalukan melalui video porno seperti ini. Integritas, sebuah nilai yang sepertinya tidak banyak dimiliki oleh pejabat negeri ini.

 

Baca Juga:

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami