Kisah Nyata Pemuda yang Doyan Minum dan Main Perempuan

Kisah Nyata Pemuda yang Doyan Minum dan Main Perempuan

Budhi Marpaung Official Writer
13291

Ada nasihat orang tua lama yang berkata hati-hati memilih pergaulan karena salah-salah Anda bisa menjadi terjerumus dalam hal-hal yang negatif. Perkataan ini sepertinya cocok diberikan pada Muhammad Fizalial Subhan.

Bagaimana tidak? Karena dulu bergaul dengan orang-orang yang suka minum alkohol, ia akhirnya pecandu alkohol. Bukan hanya itu saja, kehidupannya pun menjadi berantakan. Tidak ada masa depan sepertinya untuknya.

Seperti apa kisah lengkap kehidupan pria yang sehari-hari disebut Subhan ini? Baca penuturannya kepada tim Solusi selengkapnya di bawah ini:

“Awalnya saya mengenal minuman, itu dari tongkrongan. Karena udah ada di lingkungan itu, gengsinya timbul. ‘Wah, gw juga pengen dibilang minum, minumlah’, itu awal dari semuanya,”

“Dampak minuman itu membuat emosi kan ditambah saya juga emosian anaknya. Orang tidak bisa lihat saya sedikit. Saya cepat tersinggung. Orang yang lewat, cuma sekedar lewat aja, saya cuma bilang ‘ah saya coba pengen pukul orang nih’, pukul aja sampe berdarah. Udah berdarah, udah jatuh minta ampun, saya pulang,”

“Siapa yang salah ngomong sama saya, hati-hati saya pukul kau akhirnya teman-teman saya..wuahhh…menghargai saya,”

“Jadi saya mulai awal kebiasaan buruk itu dari minuman, berantem, drugs, baru wanita.”

“Pergi ke satu club. Dari club sini ke klub sini. Sampe wah cewek deket, duduk sini, wahh…terus teman-teman, terus dilihatin orang, itu kita semakin bangga. Pada saat itu mungkin tidak terpikir di situ bahwa kita mau datang ke diskotik adalah satu tempat yang akan merusak. Hanya terpikir oleh kita adalah satu kesenangan,”

“Mulai masuk yang namanya drugs. Wow, asyik banget di saat itu ya. Kita gak memikirkan tentang susahnya kita, tapi setelah itu datang lagi, masalah itu. Hal itu membuat saya mendekatkan diri dengan yang namanya wanita. Saya tidak puas dengan satu perempuan. Dua perempuan ditambah, tiga perempuan ditambah, empat perempuan ditambah,”

“Besar juga ya perasaan takut pada saat itu, tapi malah mau mencoba, mau merasakan. Rasa hawa nafsu itu gede banget.”

“Yang pengen saya cari mulai dari drugs, perkelahian, hingga wanita, kesenanganlah yang pengen kita cari ternyata, yang hasilnya sebenarnya nol. Jadi tidak ada pemikiran yang membuat bahwa talenta saya akan rusak, nanti prestasi saya akan turun. Saya tidak merasakan hal itu, tetapi sebenarnya secara tidak langsung prestasi saya turun dan saya merasa diri saya adalah orang yang bener”

“Saya mengetahui itu adalah kesombongan yang keluar dari diri saya sehingga pola pikir dalam pola pemikiran saya, rusak. Bukan ini kehidupan yang saya cari sebenarnya ternyata, saya mikir pada saat itu bahagia dengan hal seperti itu. Saya seneng, saya happy, saya ngejar kebahagiaan saya. Saya pikir itu adalah bahagia, ternyata itu salah,”

Awal Mula Pertobatan

“Pada saat teman saya ngasih tahu Tuhan Yesus, cuma sebatas ya Dia baik, Dia akan memberikan bukan cuma kesenangan atau kebahagian seumur hidup. Dia akan memberi berkat; Dia akan menuntun jalan-Mu sehingga kau mendapat satu berkat yang sangat besar,”

“Tadinya saya pikir orang yang saksi di tv atau orang ngomong, enek, enek, mau muntah, boong. Saya pikir tadinya itu boong, itu boong. Mereka bilang kayak merasa ditarik – serasa ditarik sama Tuhan Yesus, ah boong. Heh, saya mengalami lho..”

“Jadi perannya Tuhan Yesus di situ, Dia bikin saya sampe ditarik, kayak gak nyaman di diskotik. Di diskotik itu gak nyaman, duduk lama gitu, saya berdiri, pulang. Saya merasa enek, saya merasa mau muntah, sama dosa-dosa yang saya pernah lakukan.”

Hidup Setelah Dalam Tuhan Yesus

“Tuhan juga mengajarkan saya, tentang apa ? cinta kasih. Saya harus minta maaf sama semua orang yang saya pernah berbuat salah. Tuhan ajarkan itu, step by step”

“Dia memberikan kesenangan sejati dan Dia memberikan kesenangan yang sangat indah kepada setiap manusia, yang menurut saya, saya sudah senang lho. Saya berkomitmen di dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan saya tidak akan mencoba melakukan hal yang seperti itu lagi. Dan setelah saya mengenal Tuhan Yesus, saya diangkat kembali oleh Dia dan akhirnya saya bisa melakukan kegiatan yang seperti sekarang,”

“Saya menemukan hal-hal baru, salah satunya olahraga namanya parkour, free running. Itu lebih ke escape atau ilmu melarikan diri - seni berpindah tempat. Selain parkour dan free running, saya juga menjalani freestyle basketball. Saya buka kelas, saya ngajar. Dan misi saya hidup adalah saya harus bisa ketiga unsur yang saya bisa sekarang istilahnya talenta yang saya punya – freestyle basket, parkour, dan ngajar.”

“Saya tertarik tuh sama Tuhan, saya ngerasa kayak pengen mencari, mencari Dia. Setiap hari pengen cerita tentang Tuhan, pengen tahu tentang Tuhan,” pungkas Subhan mengakhiri kesaksiannya.

Sumber Kesaksian :

Muhammad Fizalial Subhan

Sumber : V121221114107
Halaman :
1

Ikuti Kami