Cegah Konflik, Pemerintah Larang Pameran Perayaan Natal

Cegah Konflik, Pemerintah Larang Pameran Perayaan Natal

daniel.tanamal Official Writer
3928

Pemerintah kota Santa Monica di Los Angeles mengambil kebijakan untuk melarang event tahunan pameran perayaan natal yang berlangsung di kota berjuluk The City of Christmas Story tersebut. Larangan itu diterapkan untuk mencegah konflik dengan kaum atheis, yang juga ikut dalam pameran tersebut.

Sebelumnya sejak 1953 dikota tersebut selalu melaksanakan pameran natal di sebuah taman umum. Namun kini para kaum atheis juga ikut mengadakan pameran di samping stand-stand tentang kelahiran Yesus. Damon Vix seorang tokoh atheis di kota itu mengaku telah mendapat izin dari pemerintah kota setempat untuk memasang poster-poster mereka yang bersifat “melawan” bentuk pameran yang dianggap sebagai kampanye keagamaan.

Kaum atheis itu memasang poster-poster dengan kutipan Presiden Amerika Thomas Jefferson yang mengatakan “semua agama sama saja, dan berdasarkan dongeng serta mitos” Poster tersebut dipasang disamping hiasan natal, patung Yesus, Bunda Maria dan malaikat Gabriel.

Aksi tersebut menurut pakar Amandemen Pertama UU Dasar Amerika Charles Haynes adalah bentuk perlawanan kaum atheis dengan menggunakan jaminan UUD Amerika dalam hal kesetaraan. Dalam pameran natal di ruang umum tersebut, kaum atheis bersikeras juga dapat menggunakan lokasi tersebut untuk menyampaikan aspirasi mereka, sama dengan kelompok gereja yang mengadakan pameran natal di tempat itu.

Untuk itulah pemerintah kota khawatir akan terjadi konflik baru terhadap warga yang berbeda keyakinan. Karena itu tradisi pameran natal tahunan itu dihapuskan. Sebagai umat percaya kita tidak perlu khawatir jika tradisi dan cara perayaan terhadap keyakinan kita diganggu ataupun tidak dapat terlaksana. Karena perayaan (natal) tersebut telah kita yakini dan percayai jauh didalam hati, tanpa dapat terganggu dan terjangkau oleh pihak yang tidak mempercayainya.

 

 


Sumber : berbagai sumber - daniel tanamal
Halaman :
1

Ikuti Kami