Saat Badai Hidup Menerpa Rumah Tangga

Saat Badai Hidup Menerpa Rumah Tangga

Lois Official Writer
8307

Setiap rumah tangga dibangun oleh dua orang yang saling mencintai, yaitu antara laki-laki dan wanita yang bertekad untuk mewujudkan kebahagiaan dalam hidup mereka dan melanjutkan kehidupan sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan. Tentu di dalam hidup bersama itu, ada bahagia dan sengsaranya, ada yang melukai ataupun dilukai, ada yang bergumul dan ada yang mendukung.

Karena suami istri adalah satu tubuh di dalam Tuhan, maka keduanya adalah tonggak di dalam keluarga tersebut. Namun, bagaimana jika salah satu tonggak tidak seimbang sehingga membuat tonggak yang lainnya goyah. Banyak hal yang bisa menyebabkan goyahnya tonggak tersebut. Entah itu karena beda tingkat kerohanian, entah itu karena cara pandang yang berbeda, permasalahan ekonomi yang dihadapi, anak-anak, kemampuan fisik yang berkurang, kekurangan masing-masing pasangan, bahkan perselingkuhan. Lantas, bagaimana agar kehidupan keluarga tetap tegar dan kokoh berdiri?

Sadrackh, Mesakh, dan Abednego lebih memilih dibunuh di dalam dapur perapian yang menyala-nyala daripada menyembah berhala. Mereka diselamatkan dan itulah sebabnya kisah mereka yang takut akan Tuhan dapat menginspirasi.

Tiga pahlawan Daud selalu disebut-sebut dan dikatakan bahwa tidak ada yang menandingi mereka karena mereka memberikan nyawa mereka hanya untuk mengambil air minum yang diinginkan Daud. Mereka bicara tentang pengorbanan.

Yesus mati dan disalibkan karena dosa-dosa yang tidak Dia perbuat. Bahkan Yesaya katakan sampai muka-Nya pun tak berbentuk lagi. Yesus menceritakan tentang kasih yang luar biasa.

Semua kisah di atas menunjukkan bahwa di tengah bahaya, godaan manusia untuk mengagungkan sesuatu yang bukan Tuhan, bahkan ketika keluarga diberikan cobaan, kita dapat belajar dari itu semua. Belajar tentang takut akan Tuhan, pengorbanan, kasih yang begitu besar dapat dipakai untuk mengatasi persoalan suami istri. Begitu juga cerita Alkitab lainnya.

Siapapun yang jadi pahlawan keluarga, tidak ada masalah bukan? Siapapun yang harus bertindak untuk menyelesaikan masalah yang ada, semuanya sama saja. Yang terpenting adalah keluarga yang dibina tetap utuh dan menjadi keluarga yang bahkan memberkati orang banyak.

Sumber : jawaban.com by lois horiyanti
Halaman :
1

Ikuti Kami