Martha Clements, Penata Rambut Tuna Netra

Martha Clements, Penata Rambut Tuna Netra

PrincessPina Cahyonoputri Official Writer
1908

Sudah lima belas tahun Martha Clements berprofesi sebagai piñata rambut, namun sekitar lima tahun lalu, sebua tragedi membuatnya kehilangan penglihatannya.

“Saya terkena embolisme. Gumpalan darah yang masuk ke paru-paru. Saya sempat dinyatakan meninggal dua kali, pertama 20 menit lalu setengah jam.  Kekurangan oksigen akhirnya membunuh syaraf optic saya,” jelas Martha seperti dikutip dari video VOA.

Setelah berhasil beradaptasi, Martha memutuskan untuk melanjutkan keahliannya memotong rambut. Bertempat di ruang bawah rumahnya, pelanggan setia Martha terus bertambah, hingga mencapai 100 orang.  Untuk menjaga kualitasnya, Martha tidak ragu meminta pelanggannya untuk mengoreksi hasil pekerjaannya itu.

Menurut Martha, hal paling sulit untuk dilakukan setelah kebutaannya adalah mengusir kesepian. “Banyak orang yang takut dengan kejadian yang menimpa saya dan merasa kasian. Tapi mereka tidak tahu bagaimana memperlihatkannya, sehingga saya merasa dikucilkan,” ujarnya.

Tidak mau terpuruk dalam rasa kesepian. Martha pun memilih untuk aktif dalam House of Mercy. Sebuah organisasi Katolik di Virginia, Amerika Serikat, yang menyediakan pakaian gratis dan bantuan bagi warga miskin. Di sana, Martha menceritakan kesaksiannya sehingga menjadi berkat bagi orang banyak.

 

Sumber : voaindonesia/vina

Ikuti Kami