Tidak Mau Kalah Oleh Tragedi

Tidak Mau Kalah Oleh Tragedi

Papa Henokh Hizkia Immanuel Simamora Official Writer
5370

Bertahun-tahun lampau ada seorang ayah yang mengajarkan kepada anaknya yang baru berumur sembilan tahun bagaimana cara membuat sepatu. Namun suatu hari pisau yang dipakai untuk memotong bagian-bagian dari sepatu tersebut jatuh dari meja dan terpental mengarah kepada wajah si anak dan melukai mata anaknya bahkan mengakibatkan kebutaan permanen

Dalam kesedihannya sang ayah memasukkan ia ke sekolah khusus untuk orang buta dan disana anak itu belajar membaca dengan menggunakan balok-balok kayu yang diukir dalam bentuk-bentuk huruf latin.

Karena balok-balok itu besar, berat dan sulit untuk dipegang si anak pun berpikir bahwa pasti ada cara lain yang jauh lebih mudah agar orang buta dapat membaca dengan lancar dan efektif.

Selama bertahun-tahun ia mencoba mencari ide dan ingin mengembangkan cara membaca bagi orang buta dengan membuat titik-titik pada lembaran kertas. Dalam membuat titik-titik lubang pada kertas itu ia menggunakan pisau yang ada di ruang kerja ayahnya dan pisau itu juga yang sebetulnya melukai matanya.

Akhirnya anak itu pun berhasil menghasilkan sebuah alat bantu membaca yang sangat ringan dan sangat mudah digunakan oleh setiap orang buta untuk belajar membaca dan sekaligus untuk membuat tulisan-tulisan khusus untuk orang-orang buta. Nama anak tersebut adalah Louis Braille.

Karya Braile telah menjadi berkat luar biasa bagi banyak orang orang buta di dunia ini dan karyanya telah dipakai untuk penulisan buku-buku dari berbagai aspek pengetahuan yang ada di dunia ini. Louis Braille tidak mau menyalahkan keadaan atau pun TUHAN bahkan Louis Braille tidak mau menyerah kalah terhadap tragedi yang menimpa dirinya.

Di dalam semua penderitaan dan masalah selalu ada peluang untuk menjadi lebih baik dari pada menyerah dan dikalahkan tragedi.

 

Baca juga :

Yesus Kristus Satu-Satunya Pengharapan Dunia Ini

Sumber : inspirasijiwa.com, kisahkisah.com / jawaban.com

Ikuti Kami