Panasnya Perseteruan Kotak-Kotak dan Kumis

Panasnya Perseteruan Kotak-Kotak dan Kumis

Lois Official Writer
2600

Nampaknya, setelah debat yang berlangsung Minggu (16/9) yang lalu, keadaan semakin ‘memanas’ di Jakarta. Pasalnya, baju kotak-kotak dan kumis makin disinggung, bahkan sampai di ruang rapat DPR. Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin mengkritik sejumlah anggota fraksi PDIP dan Gerindra yang mengenakan baju kotak-kotak.

Politisi PDIP Sayed Mulyadi menimpali. Meski tidak mengenakan baju kotak-kotak, rupanya dia merasa perlu angkat bicara. “Kalau soal etika, nanti saya minta juga yang berkumis tak usah ke sini. Kalau begitu Pak Kapolri dan Jaksa Agung juga perlu diminta nggak usah masuk ruang sidang,” ujarnya yang disambut gelak tawa hadirin.

Dengan semakin mendekatnya Pilkada yang akan berlangsung 20 September 2012 nanti, beredar juga tuduhan bahwa panitia Pilkada dinilai tidak fair. Tentu saja, tuduhan ini hanya main-main alias hanya lelucon saja yang beredar lewat Blackberry Messenger. Tuduhan main-main itu berupa :

Taplak meja di TPS semua bermotif kotak-kotak, tidak ada yang bermotif kumis

Meja, semua berbentuk kotak, tidak ada yang berbentuk kumis

Bilik suara juga berbentuk kotak

Yang disediakan hanya kotak-kotak suara, tidak ada kumis-kumis suara

Makan yang dibagikan nasi kotak, bukan nasi kumis

Minuman pun lebih banyak teh kotak, tidak ada teh kumis.

Kalaupun menang akan dihibur oleh band kotak dan bukan band kumis

Kotak dan kumis merupakan perbincangan hangat. Namun, di atas itu semua yang terpenting adalah masyarakat Jakarta tahu harus memilih cagub yang mana untuk kemajuan Jakarta. Ingat, pilihan Anda akan menentukan masa depan Jakarta, karena itu pilihlah secara bijaksana. Masa depan Jakarta ada di tangan Anda semua.

 

Baca Juga :

Sumber : bbm - tempo by lois horiyanti/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami