Eddy Hartono: Tim Pebulutangkis Butuh Jendral Lapangan

Nasional / 11 August 2012

Kalangan Sendiri

Eddy Hartono: Tim Pebulutangkis Butuh Jendral Lapangan

PrincessPina Cahyonoputri Official Writer
4971

Olimpiade London 2012 menjadi catatan buruk dalam prestasi pebulutangkis Indonesia sejak dipertandingkan di Barcelona pada 1992 karena tidak membawa satu medali pun. Menurut Eddy Hartono, mantan pebulutangkis sekaligus peraih medali perak Olimpiade Barcelona 1992 salah satu kesalahan pada event olahraga besar ini adalah absennya orang yang berpengalaman dalam Olimpiade.

"Orang di pinggir lapangan atau dalam tim biasanya bisa lebih jeli melihat situasi yang dihadapi pemiannya di lapangan dan mereka bisa mencari solusinya” ungkap Eddy.

Dalam hal ini Eddy merekomendasikan Christian Hadinata. Menurutnya, Christian memiliki banyak pengalaman baik sebagai pemain (sejak 1970) maupun pelatih (sejak 1986). "Sebagai pelatih, ia selalu memberi masukan kepada saya,'Pong (Kempong, nama panggilan Eddy) kamu mainnya harus diubah, atau harus dipercepat,'" Eddy menilai.

Menurut Eddy, pelatih atau pengurus yang berpengalaman itu dibutuhkan untuk menyiapkan strategi bukan hanya memenangi pertandingan namun juga memenangi turnamen secara keseluruhan. Ibaratnya Jenderal yang lengkap, jago di strategi dan paham lapangan." Ungkap Eddy.

Eddy juga berbagai, dirinya pun pernah merasakan  situasi kebingungan bahkan kehilangan akal saat di lapangan. "Dalam situasi seperti itu, biasanya pemain akan melirik ke pelatih pendamping atau orang yang berada di tribun. Itu psikologis saja, untuk menenagkan hati."

"Apalagi kalau bebannya berat seperti yang dialami Tontowi (Ahmad) dan Liliyana (Natsir) kemarin, Mereka pasti butuh figur yang bisa mereka percaya untruk berbagi beban yang berat itu," tambahnya lagi.

Kegagalan tim pebulutangkis Indonesia untuk membawa pulang medali menjadi kedukaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun hal ini juga harus dijadikan cambukan baik bagi PBSI maupun para atlet untuk bisa kembali bangkit dan merebut kejayaan bulutangkis Indonesia dan mengharumkan nama bangsa. 

Sumber : kompas/vina
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?