Suamiku Sahabatku

Suamiku Sahabatku

Papa Henokh Hizkia Immanuel Simamora Official Writer
12637

Apakah Anda bisa berbicara atau menulis seperti tulisan di bawah ini?

“Suami adalah sahabat terbaikku. Ia bisa kujadikan tempat berkeluh kesah, tempat berbagi tawa, tempat menangis, tempat bertanya, tempat berdebat, tempat ngambek juga. Ditengah obrolan itu kadang juga muncul perdebatan saat berbeda pendapat”

Bagi kebanyakan seorang wanita sangat sukar untuk menceritakan perasaan atau pun pendapatnya kepada seorang pria atau kepada seseorang yang tidak dianggapnya sebagai sahabat.

Tapi tahukah Anda bahwa salah satu faktor yang membuat kuat dan bahagianya suatu kehidupan suami isteri adalah menjadikan pasangan kita sebagai sahabat kita

Yesus Kristus saja menempatkan diriNya sebagai sahabat bagi murid-muridNya karena Ia mau murid-muridNya dengan leluasa mengungkapkan perasaan dan isi hati mereka kepadaNya. Tidak ada kepura-puraan, tidak ada sungkan dan tidak ada ketakutan.

Pernah ada satu cerita lucu yang menggambarkan sukarnya mengetahui dan mengerti perasaan seorang wanita. Saking sulitnya dalam cerita tersebut digambarkan alangkah lebih gampangnya  membangun jembatan ke Hawaii.

Wanita atau isteri adalah penolong yang sepadan bagi suaminya, diciptakan TUHAN dengan cara cloning ajaib yaitu dengan mengambil tulang rusuk Adam. Itu artinya setiap suami memerlukan isteri yang bisa terbuka atau jujur dan setiap isteri memerlukan suami yang menjadi sahabat yang dipercaya dan siap membuka hati dan telinganya bagi banyaknya kata-kata yang mau diungkapkan sang isteri.

Jika para isteri menjadikan suaminya sahabatnya maka isteri tidak perlu curhat ke orang lain sekalipun kepada ibu atau teman lamanya. Sahabat adalah relasi yang saling membangun, meneguhkan dan bahkan menegur agar kebaikan dicapai.

Jika suami isteri bisa hidup sebagai SAHABAT maka pertengkaran pasti akan bisa diselesaikan dengan baik karena dalam persahabatan tidak mencari keuntungan sendiri

 

Baca Juga :

Orang Yang Bahagia

Tips Sehat Bagi yang Hendak Mudik Jauh

Halaman :
1

Ikuti Kami