Kepolisian Jepang Nyatakan Hormati Kebebasan Beragama

Kepolisian Jepang Nyatakan Hormati Kebebasan Beragama

daniel.tanamal Official Writer
3278

Protes keras Keuskupan Yokohama dan Konferensi Waligereja Jepang terhadap tindakan aparat kepolisian yang melakukan penyelidikan dan penangkapan tanpa surat perintah  terhadap seorang umat di sebuah geraja terkait dokumen imigrasi, ditanggapi secara baik oleh pihak keamanan di negeri sakura tersebut.

Secara resmi mereka meminta maaf dan melakukan serangkaian kebijakan kordinatif terhadap seluruh cabang dan kantor Biro Kepolisian Jepang (NPA) untuk menyerukan penghormatan terhadap agama dan hak asasi manusia. Kebijakan tersebut juga menuntut agar insiden seperti itu tidak boleh diulang lagi.

Sebelumnya pada 27 Mei lalu, kepolisian setempat melakukan pemerikasaan sekaligus penangkapan terhadap seorang umat di sebuah gereja. Merasa tidak ada pemberitahuan sebelumnya berikut dengan surat izin penangkapan, jemaat disana protes keras atas tindak kesewenang-wenangan tersebut.

Untuk itu ketua Konferensi Waligereja Jepang, Uskup Agung Osaka Jun Ikenaga, mengeluarkan nota pemberitahuan berupa protes terhadap kepolisian, dengan maksud agar ada jawaban dari kepolisian dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat yang dikhawatirkan akan dipakai oleh sekelompok orang tidak bertanggungjawab untuk membuat kericuhan.

Akhirnya dalam surat tertanggal 12 Juli, kepala pengawas NPA Yasuhiro Shirakawa menanggapi surat Uskup Agung Ikenaga, dengan memberitahukan bahwa ia telah membahas masalah ini dengan NPSC, dan telah mengeluarkan pemberitahuan resmi kepada aparat polisi Jepang. Surat tersebut memuat beberapa poin yang salah satunya berbunyi “Kasus masuk gereja Kaizuka adalah sebuah ‘insiden tidak dapat dibenarkan’ tanpa izin dan polisi meminta maaf kepada Perfektur Kanagawa, keuskupan Yokohama.”

Penghargaan terhadap kebebasan beragama, terutama dilakukan oleh aparat keamanan sedikitnya akan menjamin segala sesuatu dalam stabilitas keamanan terjaga. Kecepatan merespon dan bijak dalam mengambil keputusan akan menghindari upaya-upaya dari luar untuk memperkeruh suasana. Salah satu hal yang dapat dicontoh Indonesia.

 

Baca Juga:

Usai Cerai, Tom Cruise Menikah Lagi

7 Hal Wajib Diperhatikan dalam Label Makanan

 

 

 


Sumber : ucanews.com - niel
Halaman :
1

Ikuti Kami