Twitter Penyebab Penampilan Buruk Para Atlet

Twitter Penyebab Penampilan Buruk Para Atlet

daniel.tanamal Official Writer
1863

Jejaring sosial memang mempunyai kecepatan dalam menembas ruang dan waktu. Hal tersebut berbanding lurus dengan sifat masyarakat saat ini yang gemar “berselancar” didunia maya. Namun sejumlah efek buruk nampaknya akan mengikuti bagi siapa saja yang berlebihan dalam menggunakannya.

Hal ini ditemui dalam prestasi dan penampilan para atlet olahraga yang dapat terpengaruh akibat menggunakan jejaring sosial. Adalah Chairman Olimpiade London 2012 Sebastian Coe yang menemukan korelasi antara penampilan buruk dengan kebiasaan menggunakan Twitter.

Khawatir akan menurunnya performa para atlet yang akan mempengaruhi sifat kekompetitifan Olimpiade nantinya, mantan pelari sekaligus politisi di Inggris ini menegur keras setiap olahragawan yang akan tampil di Olimpiade nantinya yang diketahui banyak “berkicau” di Twitter.

“Saya menemukan korelasi yang cukup dekat antara jumlah tweet ketika kompetisi, dengan performa buruk. Saya menemukan korelasi langsung antara tingginya aktivitas atlet memasuki jejaring sosial dan performa mereka,” ujarnya seperti dilansir Daily Mail, Jumat (20/7/2012).

Kemungkinan besar efek buruk ber-twitter-ria didapat Coe setelah melihat performa Timnas Inggris yang gagal di Piala Eropa 2012 karena beberapa pemainnya banyak yang “twitwar” dan mempengaruhi emosionalitas dan psikologi para pemain. Hingga saat ini yang masih diketahui rutin menggunakan Twitter adalah para atlet-atlet bola basket asal Amerika Serikat.

Hal tersebut ada benarnya, mengingat Timnas Spanyol memberlakukan larangan para pemain untuk menggunkan jejaring sosial selama perhelatan Piala Eropa 2012. Hasilnya bisa dilihat sendiri, Iker Casillas berhasil kembali membawa pulang trofi Henry Delauney tersebut. Memang, konsentrasi dan fokus terhadap segala sesuatu yang kita kerjakan nantinya akan membuat kesuksesan dan keberhasilan mengikuti kita.

 

 


Sumber : berbagai sumber - niel

Ikuti Kami