Menkes: Saya Tentang Pembagian Kondom Pada Anak Muda

Menkes: Saya Tentang Pembagian Kondom Pada Anak Muda

Lestari99 Official Writer
4878

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi kembali menepis kekuatiran banyak pihak akan adanya program pembagian kondom gratis bagi generasi muda khususnya remaja yang dapat berdampak pada semakin maraknya remaja yang hidup dalam pergaulan bebas. Dengan tegas Memkes menyatakan ketidaksetujuannya dan tidak akan melakukan pembagian kondom kepada anak muda.

“Saya dengan penuh keyakinan tidak setuju membagikan kondom pada anak-anak muda kita, sama sekali tidak,” tegas Nafsiah dalam siaran pers Kemenkes, Sabtu (30/6), sebagaimana dilansir Detik News.

Program Kemenkes bagi generasi muda agar terhindar dari perilaku sex beresiko adalah dengan menjalankan kampanye ABAT (Aku Bangga Aku Tahu). Tidak hanya sekedar meningkatkan pengetahuan pada remaja, namun hal ini akan dibarengi dengan kampanye peningkatan pendidikan agama, pendidikan moral, dan pendidikan kesehatan reproduksi. Semua faktor ini diyakininya sangat penting untuk mengubah perilaku sex bebas pada remaja dan mengimbangi maraknya peredaran VCD porno dan obat-obatan narkotika yang merangsang nafsu sex.

“Tujuan Kemenkes utama dan pertama adalah kuatkan iman dan ketahanan generasi muda kita supaya tidak terjerumus ke dalam perilaku sex beresiko, apakah itu sex bebas, penggunaan narkoba yang menghilangkan sama sekali pikiran sehat,” tegas Nafsiah.

Selain itu Nafsiah menjelaskan bahwa Kemenkes masih memiliki utang untuk menyelesaikan tugas Menkes sebelumnya antara lain mencapai target MDGs yang hingga kini masih sulit dicapai yaitu tingginya angka kematian ibu waktu melahirkan dan penularan HIV/AIDS yang terus meningkat. Menyikapi hal ini, Nafsiah mengungkapkan bahwa dirinya sangat setuju dengan kampanye anti perzinahan sebagai program utama karena sesungguhnya kampanye tersebut sesuai dengan program utama Kemenkes. Jika tidak ada perzinahan, maka tidak ada lagi ibu dan bayi yang tidak berdosa akan tertular virus HIV/AIDS.

Fakta Kemenkes di lapangan menunjukkan bahwa sekitar 6-8 juta pria di seluruh Indonesia dengan sengaja membeli sex dan menolak menggunakan kondom. Dengan kampanye ini diharapkan penularan HIV/AIDS tidak masuk ke dalam keluarga yang pada akhirnya dapat melindungi keluarga, melindungi ibu rumah tangga dan melindungi bayi-bayi yang tidak berdosa.

Mengubah perilaku adalah hal utama yang dibutuhkan untuk menjadi pribadi yang sehat, cerdas dan berakhlak. Melakukan hal ini memang tidaklah mudah. Namun dengan gencarnya kampanye-kampanye seperti ini, paling tidak akan ada banyak generasi muda yang memiliki kesadaran untuk menjaga perilaku masa mudanya bersih dan terhindar dari sex bebas dan narkoba. Program ini membutuhkan dukungan dari segenap pihak, baik sekolah, orangtua maupun masyarakat untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

 

Baca Juga:

Sumber : Detik News
Halaman :
1

Ikuti Kami