Jokowi: APBD DKI Rp 140 Triliun Jadi Apa?

Nasional / 25 June 2012

Jokowi: APBD DKI Rp 140 Triliun Jadi Apa?

Lestari99 Official Writer
4865

Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi ini mempertanyakan hasil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta selama lima tahun terakhir yang mencapai Rp 140 triliun.

”Anggarannya ada. Ada duit Rp 140 triliun di APBD kita selama lima tahun. Harusnya itu jadi barang. Selama lima tahun jadi apa coba? Banjir kanal? Bukan. Banjir kanal itu yang bikin siapa? Menteri Pekerjaan Umum. Jadi Busway? Busway zamannya Sutiyoso,” ungkapnya usai mengunjungi sejumlah kawasan padat ibukota seperti Kali Sentiong, Kramat Sawah, Paseban, Senin (25/6).

“Saya sudah ke Cilincing, Penjaringan, Marunda, Kampung Apung, dan Bukit Duri. Saya ingin memastikan sedimen kali di sini terlalu tinggi. Sungai yang katanya ketinggiannya dua meter, 1,5 meternya sudah tertutup sedimen. Tidak pernah ada pemelihataan. Mestinya kalau ini dipelihara dengan baik, pasti dikeruk setiap tahun,” ungkap Jokowi sebagaimana dilansir Viva News.

Tak berhenti sampai di situ, cagub yang berpasangan dengan Basuki Tjahja Purnama itu juga menyoroti berbagai hal lainnya. Seperti Kota Tua Jakarta yang seharusnya dapat dikelola dengan lebih baik. Termasuk masalah kesehatan yang memiliki anggaran hingga Rp 800 miliar namun tak terlihat hasilnya. Belum lagi masalah pendidikan.

Dengan berbagai persoalan yang dimiliki ibukota, Jokowi menganggap hal yang diperlukan ibukota saat ini adalah pembangunan sistem. Selanjutnya, Pemprov harus mulai memperbaiki manajemen anggaran.

“Kalau sistemnya tidak dibangun, ya hilang duit itu,” tandasnya.

Dengan kompleksnya permasalahan yang membelit Jakarta, ibukota negara ini sungguh-sungguh membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya merakyat tapi memiliki visi misi yang jelas dalam pembangunan kota yang dipimpinnya. Ia seharusnya tahu persis apa saja yang perlu dilakukan untuk dapat mengurai segala permasalahan yang ada. Bukan hal yang mudah untuk dilakukan, tapi paling tidak Jakarta dapat menjadi kota yang lebih baik dan lebih nyaman bagi setiap penghuninya.

 

Baca Juga:

Sumber : Viva News
Halaman :
1

Ikuti Kami