Solidaritas Kristen Serukan Bantuan Bagi Pengungsi Myanmar

Solidaritas Kristen Serukan Bantuan Bagi Pengungsi Myanmar

Lestari99 Official Writer
3896

Christian Solidarity Worldwide (CSW) menjawab seruan Aung San Suu Kyi untuk meningkatkan bantuan bagi para pengungsi Myanmar di sepanjang perbatasan Thailand-Myanmar. Suu Kyi menyampaikan permintaan itu saat berbicara di Nobel Peace Prize di Oslo, dimana ia menceritakan kunjungan terakhirnya ke kamp pengungsi La Mae. Suu Kyi menyampaikan keprihatinannya mengenai ‘minimnya donor’ dari para pekerja di kamp, yang mana ia tambahkan dapat diterjemahkan sebagai ‘minimnya belas kasihan’.

“Minimnya donor mengekspresikan dirinya secara tepat dalam pengurangan dana,” ungkapnya. Minimnya belas kasihan terlihat jelas dari kurangnya perhatian. Keduanya menjadi penyebab satu sama lain.

“Saya menghimbau kepada para pendonor di seluruh dunia agar dapat memenuhi kebutuhan para pengungsi ini yang sedang berada dalam pencarian, seringkali dalam situasi pencarian yang sia-sia untuk berlindung.”

CSW mengatakan bahwa pemotongan dana dari masyarakat internasional, termasuk Uni Eropa, telah mengakibatkan pengurangan jatah makanan hingga 25 persen. Keterbatasan pakaian, selimut, kelambu dan tempat tinggal juga sangatlah minim. Hak asasi manusia dan agama mengatakan pemotongan anggaran ini berdampak serius terhadap kesehatan lebih dari 140.000 orang yang tinggal di kamp-kamp pengungsi sepanjang perbatasan Thailan-Myanmar sebagai akibat dari konflik antar etnis.

CSW telah beberapa kali mengunjungi Myanmar, dan mendokumentasikan perampokan dan perusakan gereja yang terjadi di negara ini. Laporan ini menunjukkan bagaimana orang Kristen diperhadapkan pada pilihan apakah akan menjadi tenaga kerja paksa atau tinggal di kamp-kamp pengungsi.

Suu Kyi rencananya akan mengunjungi Inggris dalam empat hari ke depan, dimana dia akan menjadi orang pertama yang bukan kepala negara yang akan memasuki kedua Gedung Parlemen di Westminster, pada hari Kamis (21/6). Suu Kyi juga akan bertemu dengan David Cameron dan anggota komunitas Myanmar di pegasingan mereka di Inggris.

Ketua CSW Asia Timur, Benedict Rogers, mengatakan kunjungan Suu Kyi merupakan suatu hal yang “sangat signifikan dan bersejarah” dan merupakan “tanda perubahan positif di Myanmar”. Namun, Rogers juga memperingatkan akan adanya pelanggaran HAM serius yang terus terjadi di Myanmar meskipun reformasi telah terjadi sejak tahun lalu, termasuk serangan militer terhadap warga sipil etnis di negara bagian Kachin dan penahanan ratusan tahanan politik di penjara.

“Kebebasan beragama harus dilindungi, dan dialog antar agama maupun antar etnis perlu untuk dilakukan,” ungkapnya. “Hal ini sangat penting di tengah perubahan potensial yang terjadi di Myanmar, dimana masyarakat internasional berinvestasi dalam kehidupan pengungsi, untuk memastikan bahwa mereka dapat pulang kembali dalam kondisi kesehatan dan keamanan yang baik serta kemampuan untuk berkontribusi dalam pembangunan kembali dan rekonsiliasi negara mereka ketika waktunya tepat.

Inggris adalah donor luar negeri terbesar di Myanmar dan telah memberikan bantuan besar yang disambut baik di negara ini. namun saat ini adalah waktunya bertindak untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar para pengungsi dan mereka yang terlantar dapat dipenuhi dan tantangan kemanusiaan serius yang disebabkan oleh kekurangan dana dapat dihindari.”

 

Baca Juga:

Sumber : christiantoday
Halaman :
1

Ikuti Kami