Pemerintah Tidak Boleh Kalah Oleh Premanisme

Nasional / 19 June 2012

Kalangan Sendiri

Pemerintah Tidak Boleh Kalah Oleh Premanisme

daniel.tanamal Official Writer
4484

Bentrok antar kelompok di Batam, Kepulauan pada Senin malam (18/6) kemarin membuat satu orang tewas dan beberapa luka parah karena sabetan senjata tajam. Gangguan keamanan ini tentu saja membuat keresahan didalam masyarakat. Haruskan pemerintah kembali berdiam diri?

"Di Batam itu memang sering, di sana itu banyak etnis yang menguasai lahan. Ketegasan pemda penting bagaimana mengelola kota itu. Memang seseorang berhak mencari kehidupan, tapi karena saling klaim lahan jadi benturan itu harus diatur. Pengaturannya harus tegas,” ungkap Wakil Ketua Komisi III DPR, Tjatur Sapto Edy di gedung DPR, Selasa (19/6).

Untuk itu Tjatur meminta kepada pihak aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk menuntaskan persoalan premanisme seperti ini. Menurutnya konflik ini terus terjadi karena ketidaktegasan pemda dan aparat keamanan. "Yang repot pemerintah takut sama etnis tertentu. Kemudian polisinya lemah. Pokoknya kita akan pastikan negara tidak boleh kalah sama premanisme," ungkapnya.

Wakil Ketua DPR Pramono Anung pun ikut memberikan komentarnya terhadap ketidakamanan yang sering terjadi di Indonesia ini. “Ketika sudah terjadi korban baru kemudian ada kesibukan yang seakan-akan memberikan perhatian secara berlebihan.”

“Dan yang dirugikan itu masyarakat awam atau civil society. Nah ini yang harus dilakukan, dalam hal ini adalah ketegasan pemerintah. UU pertanahan kita sudah jelas dan tegas mengatur itu. Tentunya harus ada proses mediasi dengan masyarakat," tukasnya.

Seperti diketahui terjadi bentrok antar dua kelompok massa terjadi di Batam kerusuhan pecah sekitar pukul 16.00 kemarin. Titik amuk kedua kelompok terjadi di sekitar Hotel Planet Holiday Batu Amapar, hingga Hotel Pacifik, Jodoh.

Pembiaran dan lemahnya penegakan hukum terhadap kelompok yang berbuat rusuh dan memelihara konflik, hanya akan membuat masyarakat semakin apatis terhadap pemerintah, dan juga terancam oleh aksi-aksi sepihak dari mereka yang berkepentingan.

 

Baca Juga:

Permusuhan tidak berhenti di Myanmar

SBY Miliki Komitmen Tinggi Selesaikan Masalah Papua

Sumber : pedomannews/JPNN/jawaban.com
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?