Suu-kyi, Banyak Pemuda Myanmar Kehilangan Harapan

Suu-kyi, Banyak Pemuda Myanmar Kehilangan Harapan

Puji Astuti Official Writer
3340

Kunjungan tokoh pro-demokrasi Myanmar, Aung San Suu-kyi mendapatkan sambutan hangat dari banyak pihak, salah satunya dari pemerintah Indonesia. Indonesia berharap demokrasi dan reformasi di Myanmar dapat berkembang terus ke arah positif.

"Indonesia salah satu negara yang konsisten mendukung reformasi dan perubahan menuju demokrasi di Myanmar, perkembangan apapun yang positif ke arah sana tentunya kita dukung," demikian ungkap Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional, Tekuku Faizasyah setelah pertemuan Forum Ekonomi Dunia untuk Asia Tenggara (WEF-EA) di Bangkok, Thailand, Jumat (1/6).

Dalam konfrensi tersebut, Suu-kyi menegaskan bahwa negara Myanmar saat ini membutuhkan banyak sekali lapangan kerja. Wanita yang pernah 20 tahun mengalami tahanan rumah oleh pemerintah berkuasa tersebut mengutarakan bahwa pengangguran telah memicu banyak pemuda Myanmar menjadi pemabuk, memakai narkoba, dan juga terlibat judi. Hal tersebut terjadi karena anak-anak muda tersebut kehilangan harapan, dan ketiadaan harapan membahayakan negara yang baru saja merasakan udara demokrasi tersebut.

"Yang kita perlukan lapangan pekerjaan, jumlah pemuda pengangguran sangat tinggi," ungkap Suu-kyi yang berpidato selama 30 menit acara WEF tersebut.

Untuk mengatasi hal tersebut, Suu-kyi mengundang investor masuk ke Myanmar sehingga dapat menyerap banyak tenaga kerja. Selain itu investasi asing juga dapat menguntung perekonomian Myanmar sehingga negara tersebut dapat mulai membangun dan mengejar ketertinggalannya selama ini.

Myanmar atau negara yang dulu disebut Burma merupakan negara urutan ke 40 terluas di dunia dengan penduduk sekitar 60 juta jiwa. Sejak pihak militer yang berkuasa terbuka untuk rekonsiliasi dan melakukan reformasi, perubahan besar terjadi di bangsa yang mayoritas penduduknya menganut agama Budha tersebut. Mari dukung dan doakan negara Myanmar, terutama gereja Tuhan yang ada disana untuk turut aktif dalam membangun negara tersebut dan menjadi terang serta saluran kasih Tuhan untuk pemulihan Myanmar.

Sumber : AntaraNews.com | Puji Astuti

Ikuti Kami