Para Buruh Ajukan 6 Permintaan Untuk Pemerintah

Nasional / 1 May 2012

Kalangan Sendiri

Para Buruh Ajukan 6 Permintaan Untuk Pemerintah

PrincessPina Cahyonoputri Official Writer
3631

Ribuan pengunjuk rasa yang merupakan gabungan tiga konfederasi besar berdemonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei setiap tahunnya. Dalam orasinya tersebut, para demonstran menuntut jaminan kesejahteraan, jaminan pensiun, revisi komponen kebutuhan hidup layak, menghapus sistem "outsourcing", memberi subsidi untuk buruh, dan menjadikan 1 Mei sebagai hari buruh dan libur nasional.

"Kami menuntut pemerintah untuk menjalankan jaminan kesehatan seluruh rakyat per Januari 2014, termasuk para guru bantu, honorer dan kontrak," kata kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, seperti dikutip dari metrotvnews, pada Selasa (1/5).

Tidak berhenti di Bundaran Hotel Indonesia, ribuan buruh tersebut melanjutkan aksinya dengan berjalan ke Istana Negara dilanjutkan ke Gelora Bung Karno. Di tempat itulah 125 ribu buruh akan membacakan enam tuntutan bernama Manifesto Buruh Indonesia.

"Untuk jaminan pensiun wajib, kami menetapkan batas bagi pemerintah untuk menerapkannya pada 1 Juli 2015," kata Said Iqbal. Sedangkan komponen kebutuhan hidup layak, kata Said, harus ditambah komponennya menjadi 86-122 dari 46. Komponen kebutuhan hidup layak itu diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 17 tahun 2005.

"Kami juga menuntut pemerintah untuk menghapus sistem kerja outsourcing yang bersifat eksploitatif," kata dia. Tuntutan kelima yang diajukan tiga konfederasi pekerja tersebut adalah subsidi untuk buruh dan keluarganya sebesar Rp14 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

"Kami meminta pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp14 triliun yang akan dimasukkan dalam APBN 2013, karena kami telah menyumbang untuk APBN sebesar Rp200 triliun," kata Said. Dana tersebut dialokasikan pemerintah untuk subsidi perumahan, pendidikan, kesehatan, dan subsidi transportasi.

Said juga mengklaim para buruh tetap akan melakukan demonstrasi hingga mereka mendapat kehidupan yang lebih layak. "Kami ingin hidup lebih layak, dan kami juga ingin seperti para petani yang juga mendapatkan subsidi pupuk, dan lain-lain. Jika pemerintah tidak memenuhi tuntutan ini, maka kami terus berjuang dan berdemonstrasi," kata Said.

Minimnya upah buruh membuat mereka tidak punya cukup biaya untuk mendapat pendidikan yang baik, sehingga mereka pun terikat dengan pekerjaan mereka dan tidak bisa berkembang, hal ini seperti sebuah siklus yang sukar untuk dihentikan. Pemerintah sebagai pemegang otoritas harus melakukan tindakan nyata yang membantu para buruh lepas dari lingkaran kemiskinan itu.

Sumber : metrotvnews/vina
Halaman :
1

Ikuti Kami