Obama : Paskah itu Kesempatan Merenungkan Kebangkitan Yesus

Obama : Paskah itu Kesempatan Merenungkan Kebangkitan Yesus

Budhi Marpaung Official Writer
4851

Presiden Amerika Serikat Barack Obama kembali melakukan acara tahunan Doa & Sarapan Paskah di Gedung Putih, Rabu (4/4).

"Kita di sini hari ini untuk merayakan hari yang mulia, yakni pengorbanan sang Juru Selamat yang mati, agar kita semua bisa memperoleh hidup," ujarnya pada ruangan yang penuh dengan para pemimpin umat Kristen tersebut.

Sebagai informasi, acara Doa & Sarapan Paskah biasanya dilaksanakan beberapa hari sebelum seluruh orang percaya di seluruh dunia memperingati penyaliban Yesus Kristus pada Jumat Agung dan kebangkitan-Nya pada Minggu Paskah.

Sejak 2010, Obama berkumpul dengan para pendeta, imam dan uskup setiap tahunnya selama Pekan Suci dan memberikan refleksi singkat tentang iman Kristennya.

Pada tahun ini, Obama menyebut Paskah "kesempatan bagi kita untuk merenungkan kemenangan kebangkitan dan bersyukur atas karunia yang sangat penting dari kasih karunia."

"Dan bagi saya, dan saya yakin bagi sebagian dari Anda, ini juga kesempatan untuk mengingat pengorbanan luar biasa dan semua yang dialami Kristus - bukan hanya sebagai Anak Allah, tetapi sebagai manusia."

Ketakutan dan keraguan Yesus, lanjut Obama, menandakan kemanusiaan diri-Nya. Tapi dia menghadapi ketakutan dan menaklukkan penderitaan-Nya sendiri, sehingga memberikan keberanian dan harapan kepada para pengikut-Nya.

"Kita semua memiliki pengalaman yang mengguncang iman kita," kata presiden. "Ada saatnya di mana kita memiliki pertanyaan untuk rencana Tuhan atas kita tetapi itu justru sama dengan bagaimana Kristus sendiri menghadapi keraguan-Nya sendiri dan akhirnya menang."

Obama mendapat tepuk tangan meriah ketika ia mengutip kitab Perjanjian Baru Yohanes: "Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yohanes 16:33b, red).

Adapun para tamu yang hadir dalam acara Doa & Sarapan Paskah ini : Uskup Agung Washington Kardinal Donald Wuerl, Pendeta Louie Giglio (Passion City Church),  Pastor  Joel C. Hunter, Leith Anderson (Presiden Asosiasi Penginjil Nasional), Pendeta Al Sharpton, dan Russell D. Moore (Dekan Sekolah Theologia di Southern Baptist Theological Seminary).

Paskah bukan sekedar kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian, tetapi itu menandakan alam maut ada di bawah otoritas-Nya dan manusia memiliki “jalan lagi” untuk berkomunikasi langsung dengan Bapa serta hidup bersama-sama dengan-Nya dalam kekekalan pada waktu yang telah ditentukan-Nya nanti.

Oleh sebab itu, mengucap syukurlah atas apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus 2000-an tahun yang lalu ini dan juga anugerah yang kita terima karena menjadi umat-Nya.

Sumber : christianpost.com / budhianto marpaung

Ikuti Kami