Kehidupan Pria Tuna Netra yang Tinggal di Kandang Ayam

Kehidupan Pria Tuna Netra yang Tinggal di Kandang Ayam

Lois Official Writer
3072

Seorang pria tuna netra di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, hidup sebatang kara di dalam kandang berukuran 3x3 meter. Warga Dusun Pattiromusu, Desa Wecudai, Kecamatan Pammana ini telah mengalami kebutaan sejak masih balita. Peristiwa tragis itu adalah dampak penyakit cacar yang dideritanya saat berusia 5 tahun. Dua tahun sebelum itu, orangtuanya telah meninggal. Nurung lalu dibesarkan oleh pamannya. Namun, pamannya pun meninggal saat Nurung pun meninggal saat dia berusia 16 tahun, ceritanya sambil meneteskan air mata.

Sejak saat itulah, Nurung hidup sebatang kara dengan kondisi yang serba sulit. Meski demikian, Nurung tak pernah patah semangat. Kandang ayam pemberian warga digunakannya sebagai tempat tinggal dan untuk memelihara ayam milik warga. Sebenarnya hal ini tidak mencukupi, pasalnya butuh waktu berbulan-bulan hingga ayam peliharaannya berproduksi hingga mendapatkan bagian. Selain itu, karena gubuknya jauh dari pemukiman warga, Nurung harus menempuh jarak 2 kilometer untuk mengambil persediaan air dengan menenteng jerigen.

Dengan uang bagi hasil, Nurung hanya mampu membeli beras raskin. Kepala Desa setempat mengaku salut dan prihatin atas ketabahan hati Nurung dalam menjalani kehidupannya. “Kami di sini sangat kasihan sama Nurung, makanya warga di sini rela tanahnya ditinggali sama dia,” ujar Kepala Desa Perdi.

Apakah ada banyak orang-orang yang berkekurangan seperti ini? Tentu banyak. Untuk itulah, kita juga dipanggil untuk menjadi berkat buat mereka. Kita harus peduli dengan orang-orang seperti Nurung. Bahkan kita harus bertindak dengan penuh belas kasih terhadap mereka. Beri mereka ‘kail’ agar bisa menangkap ‘ikan’. Biar mereka memuliakan Tuhan melalui pemberian kita.

Sumber : kompas.com/lh3

Ikuti Kami