Anak Diasuh Kerabat Berpotensi Gangguan Mental

Anak Diasuh Kerabat Berpotensi Gangguan Mental

Lois Official Writer
3069

Anak-anak yang tidak dibesarkan oleh orangtua mereka tapi oleh kerabat mereka menghadapi peningkatan resiko gangguan kesehatan mental dan fisik menurut para peneliti di University of Rochester School of Medicine and Dentistry. Hasil ini disimpulkan setelah menganalisis lebih dari 91.999 anak, laporan HealthDay News. Studi itu membandingkan anak-anak yang tinggal bersama kerabat mereka dengan anak yang dibesarkan setidaknya oleh salah satu dari orangtua kandung mereka saja. Apa saja gangguan tersebut? Berikut ulasannya…

Anak-anak yang tinggal di perawatan kerabat perlu perawatan ekstra

Anak-anak tersebut biasanya mengalami gangguan mental seperti gangguan hiperaktif / penurunan perhatian dan depresi. Selain itu, biasanya mereka juga mengalami gangguan gigi. “Anak-anak ini dan keluarga mereka mungkin memerlukan dukungan dan layanan tambahan,” kata pemimpin peneliti Dr. Sara B. Eleoff.

Perkembangan kecerdasan anak dirusak secara tak sengaja

Anak-anak belajar dari kita tentang apa saja. Karena itu, sangat penting tidak hanya berbicara tapi melakukan apa yang kita sendiri katakan. Jika kita perintahkan anak belajar, sementara kita sendiri nonton TV, kemungkinan besar anak tetap ikut nonton TV. Hal ini berlaku baik orangtua yang mendidik ataupun kerabat yang mendidik.

Berbagai jenis tingkat kecerdasan pun menurun

Dari segi kemampuan berbicara atau menulis dengan baik, dari segi logika atau berhitung, dari segi menggambar ruang, mengambil, dan menciptakan gambar. Juga dari segi menyusun komponen lagu, menyanyi, dan bermain alat tulis pun berpengaruh. Kecerdasan fisik kinestetik yaitu kemampuan untuk menggunakan tangan dan tubuh juga menurun.

Kurang bisa bersosialisasi

Anak-anak juga kurang bisa bersosialisasi yaitu kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain serta kecerdasan interpersonal atau intuisi untuk mengelola perasaan yang mendalam.

Sebisa mungkin, anak harus dididik oleh kedua orangtuanya. Tuhan sudah titipkan kita seorang anak, jangan kita titipkan kepada orang lain. Anak adalah generasi penerus. Jadi seperti apa mereka kelak, tugas kitalah sebagai orangtua dalam mengasuhnya.

Sumber : suaramedia/lh3

Ikuti Kami