Pengabar Injil Harus Berani Keluar Zona Nyaman

Pengabar Injil Harus Berani Keluar Zona Nyaman

PrincessPina Cahyonoputri Official Writer
3949

Krisis Ekonomi yang sedang terjadi, seharusnya tidak menjadi alasan tersendatnya bantuan dana penginjilan serta bantuan kemanusiaan ke negara-negara dengan penganiayaan Kristen yang tinggi. Hal ini diungkapkan Pendeta Michael Youssef, pendiri sekaligus presiden Leading The Way Ministry, organisasi perkabaran injil yang berpusat di Amerika Serikat, saat membuka pidatonya.

Youseef menambahkan, penganiayaan terhadap umat Kristen saat ini sudah menyerupai penganiayaan ketika abad pertama. " Umat Kristen sedang mengalami aniaya yang berat lebih dari yang pernah ada, dan hanya bisa dibandingkan dengan penganiayaan pada abad pertama," ujar Youssef.

Menurut Youseef, untuk mendukung pelayanan dunia tidak bisa hanya setengah hati. Para penginjil harus keluar dari zona nyaman mereka agar benar-benar mengikuti ajaran Alkitab.  Youssef mengatakan, memberi pertolongan di saat kondisi pribadi juga mengalami kesulitan adalah sebuah pilihan.

“Kita mempunyai pilihan. Apakah kita akan fokus pada masalah kita, fokus pada hal-hal lahiriah seperti ekonomi, pendapat masyarakat atau justru berani menjalankan perintah Yesus dan melakukannya dengan serius?” ungkap Youssef.

Menurut data yang dimiliki, diketahui bahwa terjadi peningkatan jumlah penganiayaan terhadap umat Kristen terutama di negara-negara dimana Kristen menjadi agama minoritas seperti: Irak, Indonesia, Pakistan, Mesir, Iran, Afghanistan, Cina, India dan Korea Utara.

Sebagai umat Kristen, kita harus berani mengambil peranan dalam dalam perkabaran injil, serta menjalankan peranan tersebut dengan baik dan berani keluar dari zona nyaman kita. Kiranya Tuhan terus memberikan kekuatan, terhadap saudara-saudara seiman kita yang sedang mengalami penderitaan, agar mereka bisa terus berjuang dan bertahan dalam iman dan pengharapan mereka.

Sumber : christianpost/vn
Halaman :
1

Ikuti Kami