Menyatakan Kebenaran, Pendeta Italia Diteror Mafia

Menyatakan Kebenaran, Pendeta Italia Diteror Mafia

Lestari99 Official Writer
3137

Kelompok mafia membuang kepala babi yang telah dipenggal di depan pintu rumah seorang pendeta yang secara berani memerangi kriminalitas di Italia. Pastor Ennio Stamile kembali harus menghadapi teror saat ia meninggalkan rumahnya untuk Misa pagi dan teror ini merupakan kali kedua ia menjadi target setelah mobilnya dirusak pekan lalu.

Detektif yakin bahwa Stamile telah menjadi target setelah ia secara rutin mengutuk kegiatan kriminal mafia lokal yang dikenal sebagai ‘Ndrangheta selama khotbah mingguannya di paroki.

Kepala hewan berdarah itu ditemukan dengan sepotong kain boneka di mulutnya di depan kediaman Stamile di Cetraro, dekat Cosenza, Italia Selatan. Teror seperti ini merupakan cara populer yang digunakan para mafia untuk mengintimidasi dan meyakinkan seseorang agar berhenti berbicara.

Cetraro telah menjadi ajang pembunuhan masyarakat sipil selama beberapa tahun terakhir dan juga menjadi benteng pertahanan bagi mafia lokal ‘Ndrangheta, yang meskipun kurang dikenal dibandingkan rekan-rekan mereka mafia Sisilia namun memiliki operasi yang jauh lebih menguntgungkan dan menguasai sebagian besar impor kokain dari Amerika Selatan.

Jaksa setempat, Giannino Losardo, telah menjadi korban dari kelompok mafia ini. Ia ditembak setelah mencoba memberantas ‘Ndrangheta dan pembunuhnya sampai saat ini belum ditangkap.

Stamile berkata, “Meskipun semua teror ini telah terjadi, saya akan terus melanjutkan pertempuran saya melawan kejahatan terorganisir.” Polisi meningkatkan keamanan di sekitar kediaman pendeta pemberani ini dan melakukan penyelidikan atas temuan kepala babi tersebut. Sementara walikota Cetraro, Giuseppe Aieta, memberikan dukungan penuh kepada Stamile dengan berkata, “Ini merupakan insiden yang sangat serius yang tidak seharusnya dapat diterima di suatu kota.”

Ini bukan pertama kalinya ‘Ndrangheta, yang pusat kekuasaannya berada di wilayah bagian selatan Italia Calabria, menggunakan kekerasan untuk mengintimidasi pendeta yang berkhotbah menentang mereka.

Musim panas lalu Pastor Giuseppe Campisano, imam paroki di dekat Gioiosa Ionica, juga menjadi sasaran tembakan di mobilnya dan insiden itu terjadi setelah sebelumnya ia menerima serangkaian telepon teror pada larut malam dan ancaman peluru melalui surat.

Empat tembakan dilancarkan ke mobil pada siang hari bolong bamun Pastor Campisano tidak sedang berada di dalam kendaraan yang sedang diparkir di luar gerejanya itu. Tahun lalu dalam kunjungannya ke Calabria, Paus Benedictus XVI berbicara menentang ‘Ndrangheta dan menggambarkan mereka sebagai kelompok mafia yang “tidak manusiawi”.

Selama dua puluh tahun terakhir dua pendeta telah dibunuh oleh kelompok mafia sebagai pembalasan atas khotbah yang menentang kegiatan mereka – Pastor Giuseppe Diana (36), ditembak mati saat ia mengenakan jubahnya untuk merayakan Misa Minggu sementara Pino Pugliesi ditembak di luar gerejanya. Pembunuh Pino dalam pernyataanya di pengadilan mengatakan bahwa kata-kata terakhir dari korbannya adalah, “Saya telah menunggu Anda.”

Kebenaran bukanlah suatu hal yang mudah untuk diperjuangkan. Namun yakinlah dalam perjuangan menyatakan kebenaran, pembelaan Tuhan akan senantiasa menyertai mereka yang percaya kepada-Nya. Setiap tetes darah yang tertumpah di tanah akan diperhitungkan untuk memenangkan jiwa suatu waktu nanti.

Sumber : dailymail

Ikuti Kami