Pemerintah Kanada secara resmi membuka kantor kebebasan beragama di Departemen Luar Negeri mereka. Pemimpin Partai Konservatif menyatakan bahwa pemerintahannya komitmen untuk mempertahankan kebebasan beragama sebagai tujuan utama kebijakan luar negerinya.
Inisiatif yang dibuat Kanada ini disebabkan oleh pembunuhan terhadap Sahbaz Bhatti, seorang menteri Pakistan untuk urusan kaum minoritas. Dia dibunuh karena menentang hukum penghujatan Islam.
Perdana Menteri Kanada, Stephen Harper dan beberapa anggota Partai Konservatif bertemu dengan Bhatti di Islamabad hanya beberapa minggu sebelum dia dibunuh, dan pertemuan tersebut memberi kesan kuat perjuangan Bhatti untuk kebebasan beragama yang ia perjuangkan sekalipun mengakibatkan ancaman bagi hidupnya.
“Perdana Menteri sangan dipengaruhi oleh pertemuan tersebut, dan juga semua orang yang berkesempatan bertemu dengannya,” demikian ungkap Menteri Imigrasi Jason Kenney kepada London Globe dan Mail.
“Kunjungannya ke Kanada tidak lama sebelum pembunuhan tersebut membantu menggembleng pemerintah menghadapi kenyataan tentang penganiayaan yang terjadi,” demikian tambah Kenney.
Keputusan Partai Konservatif ini sepertinya juga mendapat dukungan dari Partai Liberal, hal ini terlihat dari pernyataan mantan pemimpin Partai Liberal Michael Ignatieff yang juga mendukung dibukanya kantor kebebasan beragama tersebut. Menurutnya negeranya tidak boleh mengabaikan pelanggaran hak asasi manusia yang biasanya diikuti oleh kasus-kasus penganiayaan terhadap kebebasan beragama.
Sumber : CBN.com | Puji AstutiIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!