Setelah membahas planet bernama Kepler-22b yang kemungkinan bisa ditinggali manusia, ada lagi planet lainnya yang juga telah ditemukan dan diperkirakan dapat ditinggali.
Akhir September 2010, sekawanan pakar pemburu planet baru, menemukan salah satu planet goldlicock. Planet itu kemudian diberi nama Gliese 581g. Tim pemburu yang menemukannya adalah Steven Vogt dari University of California (UC) Santa Cruz, Paul Butler dari Cernegie Institution, Eugenio River dari UCSC, Nader Hagahighipour dari University of Hawaii, Manoa, serta Gregory Henry dan Michael Williamson dari Tennessee State University.
Planet 581g ini terletak di konstelasi Libra, dalam sistem tata surya bintang kerdil merah (Red Dwarf). Planet yang paling dekat dengan bintang induk yang bernama Gliese 581 diberi nama Gliese 581e, gliese 581b, dan gliese 581c. Planet keempat adalah gliese 581g. Yang menarik dari planet ini adalah miripnya dia dengan kondisi bumi. Steven Vogt, penemu planet itu mengatakan bahwa planet yang baru ini terlalu cantik untuk diberi nama Gliese 581g, karena itu dia lebih suka menamainya Zarmina, nama istrinya yang tinggal di California.
Planet ini ukurannya lebih besar dari bumi sekitar 20-50 persen. Dengan ukuran sebesar itu, Zarmina tentu saja mampu menampung lebih banyak makhluk hidup termasuk manusia. Zarmina ini memiliki massa 3-4 kali lebih besar dari massa bumi. Gravitasi di permukaannya juga lebih besar, sekitar 1-1.5 lebih besar. Artinya, kalau di bumi bobot Anda 75 kg, maka di Zarmina akan melar hingga sekitar 100kg. Kekuatan gravitasi yang lebih besar itu, membuat Zarmina mampu menahan lapisan atmosfer di permukaannya.
Jarak Zarmina dengan mataharinya (Gliese 581) 7 kali lebih dekat daripada jarak bumi ke matahari. Bila bumi memiliki revolusi selama 364 hari, Zarmina hanya memerlukan 37 hari guna menuntaskan sekali putaran orbitnya. Karena Gliese 581 jauh lebih kecil dari ukuran matahari yang dikitari bumi, suhu rata-rata permukaan Zarmina diperkirakan berkisar antara -31 hingga -12 derajat Celcius. Temperatur yang cukup ekstrim karena ada kawasan yang sangat dingin dan ada yang sangat panas. Namun, di antara kawasan panas dan dingin, terdapat wilayah terminator. Wilayah terminator yang dilewati garis khatulistiwa ini suhunya terasa hangat, seperti di Meksiko atau Ekuador, dimana penghuninya cukup nyaman mengenakan kaus berlengan.
Uniknya, lantaran letaknya cukup dekat dengan bintang induk, Zarmina sama sekali tidak melakukan rotasi seperti bumi. Untuk mempertahankan posisinya dari tarikan gravitasi matahari Gliese 581, posisi Zarmina terkunci. Oleh karenanya, permukaan yang menghadap matahari akan tetap panas dan permukaan sebelah belakang akan tetap dingin sehingga hal ini menyebabkan tidak ada siang dan malam di planet itu.
Untuk membangun koloni manusia di planet tersebut, masih belum terpikirkan. Menurut Vogt, sebuah pesawat luar angkasa berkecepatan sepersepuluh kecepatan cahaya (kecepatan cahaya adalah 300 ribu km per detik), baru akan membawa manusia sampai ke planet itu dalam waktu 220 tahun. Jarak bumi dari planet ini adalah sekitar 20 tahun cahaya (sekitar 200 triliun km).
Di luar Zarmina, diperkirakan masih ada lebih dari 400 planet ekstrasolar yang menunggu ditemukan. Penemuan planet-planet habitable saat ini memang lebih ditujukan kepada kemungkinan adanya kehidupan makhluk cerdas lain selain manusia.
Sumber : vivanews/lh3