Wani Piro, Penyebab Kekerasan yang Terjadi di Mesuji

Nasional / 21 December 2011

Kalangan Sendiri

Wani Piro, Penyebab Kekerasan yang Terjadi di Mesuji

Lois Official Writer
4105

Kekerasan yang terjadi di Mesuji, Lampung dinilai karena berawal dari adanya politik uang. Hal ini juga yang dikemukakan oleh Ketua Tim Advokasi Warga Mesuji Saurip Kadi saat dihubungi. “Sudah jelsa, DPR dan tim pencari fakta sudah ke sana dan mengakui adanya peristiwa kekerasan di tempat tersebut. Sekarang kita coba fokus ke bagaimana mengurusi warga, jangan fokus pada urusan diambil darimana video tersebut, jangan kita masih mengurusi hal teknis seperti itu, kan sudah jelas. Kita harus lihat ke atasnya, judulnya kan ‘wani piro?’” kata Saurip.

Lebih lanjut Saurip menjelaskan bahwa hal itu adalah kebiasaan buruk aparat pemerintah yang sering meminta uang lebih pada perusahaan yang mengurus ijin penggunaan lahan. Hal inilah yang disinyalir sebagai latar belakang tindak kekerasan yang menimbulkan korban jiwa tersebut. “Ini kan urusan penanganan ijin lahan, kan tidak mungkin perusahaan mengurusi ijin itu tanpa ada campur tangan pemerintah, saat itulah mereka melakukan wani piro yang tentunya melibatkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Wani piro adalah bahasa Jawa yang berarti ‘berani berapa?’.

“Ketika pemerintahan keberpihakannya seperti ini, maka masyarakat yang dirugikan. Karena ketika praktik ini dilakukan, pembantu-pembantunya kan tahu, aparat-aparat bawahannya kan tahu, dan akhirnya jadi centeng. Akhirnya polisi yang dibiayai oleh negara diperalat oleh perusahaan,” tegasnya. Keberpihakan pemerintah kepada perusahaan ini membuat rakyat kecil yang menderita. “Sekarang kita bicara mengenai kenyataan bahwa ada 132 orang kehilangan rumah yang malah masuk penjara. Baru-baru ini 8 orang yang menjadi saksi ketika mengadu ke DPR malah dipanggil sebagai tersangka, apa nggak ini karena wani piro itu,” tutur Saurip.

Uang merupakan akar segala kejahatan. Seringkali, manusia dikuasai uang. Jika bukan karena rakus akan uang, bisa jadi karena tuntutan ekonomi. Apapun alasannya, manusia biasanya lebih cinta uang. Kita perlu lebih mawas diri akan hal yang satu ini. Tanpa kita sadari, bisa-bisa kita jatuh ke dalam jeratnya.

Sumber : detik/lh3
Halaman :
1

Ikuti Kami