Karena Salib, Pemuda Koptik Ini Dianiaya dan Dibunuh

Internasional / 10 November 2011

Kalangan Sendiri

Karena Salib, Pemuda Koptik Ini Dianiaya dan Dibunuh

daniel.tanamal Official Writer
5672

Penindasan sistematik terhadap Kristen Koptik di Mesir semakin parah. Hanya karena menolak melepas kalung salib dan menutupi tato salib di pergelangan tangan, seorang pemuda dianaya dan dibunuh oleh rekan sekolahnya setelah sebelumnya mendapat provokasi dari guru yang sedang mengajar.

 

Pemuda berusia 17 tahun itu adalah Ayman Nabil Labib, seorang Kristen Koptik yang seperti biasa pada tradisinya (anggota komunitas Ortodoks Koptik) selalu memakai kalung salib dan tatto salib kecil di pergelangan tangan sebagai bentuk identitas dan keyakinan yang dianutnya.

 

Hari itu menurut teman sekelasnya, entah mengapa gurunya yang sedang mengajar Usama Hasan Mahmud mendebat Ayman selama kelas berlangsung pada 16 Oktober lalu. Hasan itu memaksa Ayman untuk menghapus salib dari pergelangan tangannya bahkan menyuruhnya untuk menanggalkan kalung salibnya.

 

Ketika Ayman menolak, Hasan murka dan berkata pada murid lainnya. “Apa yang akan kita lakukan dengan dia?” Dua pelajar lainnya, Mustafa Walid dan Issam, segera bereaksi dan mulai menyerang Ayman. Mereka mereka memimpin 15 siswa lainnya dan mengejar Ayman yang melarikan diri. Terpojok dikamar mandi, Ayman pun dianiaya.

 

"Ada begitu banyak orang memukuli anak saya di kelas.  Ia sempat melarikan diri ke kamar kecil di lantai dasar, tetapi mereka mengikutinya dan melanjutkan penganiayaan.  Ketika salah seorang membawanya ke kamarnya, Ayman masih bernapas, namun satu jam setelah dibawa dengan ambulans, Ayman meninggal," kata Nabil Labib, Ayah Ayman kepada LSM Serikat Koptik.

 

Aparat keamanan setempat kini telah mendakwa Walid dan Issam dengan pasal pembunuhan. Sementara guru yang memprovokasi dan beberapa murid lain yang ikut menganiaya belum diperiksa.

 

Hal yang sama akan terjadi dimana-mana ketika setiap orang tidak memperoleh pengetahuan yang benar akan makna kebersamaan dan toleransi antar umat beragama. Ketidakpedulian setiap pemerintah terhadap masalah sederhana yang krusial ini akan membawa dampak yang buruk bagi hubungan antar manusia di dunia.

 

Sumber : Jawaban.com - niel
Halaman :
1

Ikuti Kami