Haruskah Libatkan Pihak Asing Selesaikan Masalah Papua?

Haruskah Libatkan Pihak Asing Selesaikan Masalah Papua?

daniel.tanamal Official Writer
1507

Kini fokus pemerintah terhadap penyelesaian berbagai masalah di Papua memang sedang ditingkatkan. Berbagai cara dan solusi akan ditempuh. Namun dapatkah semuanya itu menjadi jawaban untuk masa depan di Papua dan juga bagi kedaulatan Indonesia?

Ketua Sinode Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua, Pdt. Socratez Sofyan Yoman menegaskan bahwa masalah di bumi cendrawasih bukanlah karena persoalan kesejahteraan. Tetapi belum selesainya sejarah dan integrasi Papua ke dalam wilayah Indonesia.  

 Selain itu berbagai kasus pelanggaran HAM yang tidak selesai, tidak meratanya pembangunan juga marjinalisasi penduduk asli Papua menjadi faktor lainnya. "Saya melihat kegelisahan rakyat Papua yang selalu menghadapi kekerasan pemerintah dan negara. Mereka mendapatkan stigma sebagai kelompok separatis, atau makar. Kekerasan dan gejolak tidak pernah diselesaikan," katanya di Jakarta, Kamis (3/11).

Socratez juga menyinggung sejarah integrasi Papua yang melibatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amerika Serikat, Belanda dan Indonesia. Menurutnya, hal itu membuktikan bahwa masalah Papua adalah persoalan yang berdimensi internasional.

"Jangan lupa PT Freeport adalah aset internasional yang selalu dijaga TNI dan Polri. Bagaimana tentara dan polisi Indonesia membunuh rakyat Papua demi melindungi dan menjaga perusahaan asing," kecamnya.

Karena itu Socratez merekomendasikan pemerintah untuk melakukan dialog tanpa syarat dengan masyarakat Papua dengan menggandeng PBB, AS, dan Belanda sebagai mediator. "Masa depan rakyat Papua harus dibicarakan dengan terbuka dan jujur," ucapnya.

Cara berpikir pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan masalah di Papua, seharusnya adalah bagaimana semua langkah yang diambil untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Papua. Bukan rencana dan kepentingan lainnya.

Jika pemerintah berani bersikap dan bijak mengambil keputusan sehingga masyarakat Papua terbebas dari rasa intimidasi, penindasan dan mendapat perlakuan sama rata dan sejahtera, melibatkan pihak asing rasanya dapat dilupakan.

 

Sumber : berbagai sumber - niel
Halaman :
1

Ikuti Kami