Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lois

Official Writer
2367


Diduga para pelaku penipuan melalui pesan singkat yang mulai meresahkan masyarakat itu bekerjasama dengan para pemilik konter ponsel. Pasalnya, para pelaku ini cenderung hanya ingin menyedot pulsa untuk kemudian dijual kembali. Hal ini diungkapkan oleh Kasubdit Cyber Crime Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hermawan, Rabu (5/10) di Mapolda Metro Jaya seperti yang dilansir laman Kompas.

Modus penipuan itu dilakukan dengan cara mengirimkan pesan singkat melalui nomor GSM atau CDMA secara acak. Isi pesan singkat itu biasanya bertuliskan pengumuman pemenang dengan hadiah tertentu. "Tetapi, untuk dapat hadiah itu dia harus klik misalnya *123 dan seterusnya. Kalau dia klik itu, korban pasti kaget pulsanya tiba-tiba berkurang banyak," ucap Hermawan. Korban secara tak sadar karena dibilang memenangkan hadiah.

Selain cara itu, adalah dengan berlangganan konten atau SMS dengan tarif premium seperti kuis atau konten games. Dengan cara ini, para pengusaha konten terus menerus mengirimkan pesan singkat yang menyedot pulsa. "Misalnya kuis. Dia terus menerus dikirimi soal, awalnya dia balas dengan jawaban, tapi kelamaan bosen enggak menang-menang sementara pulsa terus kesedot karena dikirimin konten terus," tuturnya.

Dua modus itu yang selama ini terdeteksi aparat Cyber Crime Polda Metro Jaya. Dia membantah pesan singkat seperti "Tolong uangnya ditransfer ke nomor…" atau "Tolong kirimin papa uang…" dapat menyedot pulsa secara berlebihan. "Walaupun SMS itu maksudnya nipu, tapi kalau kita balas itu nggak mungkin sedot pulsa. Kesedot hanya biaya sms balasannya saja," katanya menjelaskan. Sebagaimana diberitakan, Cyber Crime Direktorat Reserse Polda Metro Jaya menemukan 1800 narapidana di LP kelas I Tanjung Gusta, Sumatera Utara, menjadi otak kasus penipuan pesan singkat dan telepon di berbagai daerah.

Langkah yang bisa diambil oleh masyarakat adalah dengan menyebarkan berita ini ke FB atau lainnya supaya operator selulernya malu. "Di Indonesia harus dipermalukan rame-rame baru tergerak." demikian komentar salah seorang pembaca Kompas yang bernama Himawari. Bisa jadi, itu merupakan langkah yang efektif agar makin banyak orang yang tahu dan masyarakat tidak ada yang terperdaya.

Sumber : kompas/lh3

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Natalia 17 August 2019 - 20:06:35

Marty

0 Answer

Ahi Soga 16 August 2019 - 05:13:20

Gerakan yang dominan di lakukan dalam sepak bola a.. more..

0 Answer

Nelly Susylianti 15 August 2019 - 15:28:11

bagaimana cara supaya kita bisa bayar harga atas d.. more..

1 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 3


7272

Banner Mitra Agustus Week 3