Politik Uang Susah Hilang Dari Pemilukada

Politik Uang Susah Hilang Dari Pemilukada

Budhi Marpaung Official Writer
2798

Sepertinya kita semua harus berlapang dada menerima kenyataan bahwa pemilihan umum baik itu di tingkat nasional maupun daerah berjalan dengan bebas. jujur, dan adil. Fakta ini bukanlah disampaikan oleh pengamat politik atau LSM, tetapi justru oleh penyelenggara pesta demokrasi rakyat itu sendiri.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Syam Abdul Djalil, mengatakan politik uang selalu membayangi masyarakat dalam setiap pemilihan kepala daerah.

"Menghilangkan indikasi politik uang dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) wali kota dan wakil wali kota Kendari pada 2012 mendatang tidak mungkin atau akan susah dilakukan," ujar Syam Abdul Djalil, di Kendari Kamis (15/9).

Hal ini, tambahnya, karena masih ada masyarakat daerah ini dalam kondisi kurang mampu serta tergolong pemilih irasional yang mudah menjadi sasaran politik uang.

Meski begitu, KPU Kota Kendari akan melakukan tindakan pencegahan sekaligus penanggulangan dengan mengadakan sosialisasi yang meniitikberatkan pada pemahaman mengenai dampak politik uang ini kepada pemilih, utamanya pemilih yang irasional.

"Untuk itu, dalam rangka meminimalisir politik uang tersebut, kami akan melakukan sosialisasi mengenai dampak kegiatan dari politik uang itu," pungkasnya.

Indonesia bisa dikatakan masih baru dalam dunia demokrasi. Perbaikan demi perbaikan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara pemilu harus diapresiasi. Apakah proses perubahan untuk menuju demokrasi ideal akan lama atau sebentar? Tergantung. Jika setiap elemen di bangsa ini sudah memenuhi persyaratan hadirnya demokrasi yang ideal pada waktu beberapa tahun mendatang maka saat itu juga demokrasi yang diidam-idamkan oleh seluruh rakyat dapat terwujud. Semuanya itu kembali kepada kita yang ada di negeri ini, apakah mau berubah cepat atau lama?

Sumber : antaranews/bm
Halaman :
1

Ikuti Kami