Panjatkan Doa Bagi London

Panjatkan Doa Bagi London

Lois Official Writer
1702

Kerusuhan yang terjadi di London selama minggu ini membuat perhatian masyarakat Kristen di London tertuju kepada masalah ini dan bagaimana efeknya buat komunitas mereka. Kekerasan pertama kali terjadi di Tottenham, lalu menjalar ke Enfield, Walthamstow, dan kemudian ke Brixton pada tanggal 7 Agustus 2011. Sampai berita ini diturunkan, kerusuhan telah meluas di Birmingham, Bristol, Liverpool, dan Manchester.

Kerusuhan itu juga memicu sejumlah kejahatan seperti penjarahan di Clapham, beberapa toko jadi target penjarahan begitu juga ada apartemen yang dibakar massa. Di Croydon, terjadi penembakan meski tidak ada korban jiwa saat massa ingin melakukan penjarahan. Bangunan-bangunan pun dibakar di kota Peckham. Sedangkan Camden ditutup semalaman saat pelaku kerusuhan dan penjarahan memenuhi jalanan kota. Kericuhan ini semuanya berawal dari penembakan yang dilakukan polisi kepada seorang warga yang diketahui bernama Mark Duggan (29). Duggan tewas tertembus timah panas polisi saat dirinya berada di dalam taksi pada hari Kamis (4/8) yang lalu.

Nims Obunge, pendeta sekaligus pemimpin eksekutif dari Peace Alliance, mengatakan bahwa ada begitu banyak pertanyaan seputar kematian Duggan yang perlu dicari jawabannya. “Kita membutuhkan keadilan, itulah yang mereka (para perusuh) cari selama ini,” katanya kepada BBC. “Mereka meminta keadilan dan kita tidak bisa begitu saja mengabaikannya.” katanya lagi. “Adalah benar bagi komunitas ini jika mempunyai pertanyaan yang perlu dijawab dan sampai pertanyaan itu dijawab, saya rasa kita tidak bisa secara efektif membangun komunitas yang hendak kita bangun.”

Menurut Alan Argent, duta dari Gereja Trinity Congregational di Brixton mengatakan bahwa dia terbangun di subuh hari Senin itu karena bunyi perampokan dan polisi datang ke lokasi. Dia meminta agar umat Kristen berdoa bagi Brixton dan area lainnya yang dipengaruhi oleh kerusuhan itu. “Hal ini lebih mengkuatirkan daripada kejadian yang terjadi saat akhir 70-an dan 1980, kita hanya berharap hal ini tidak meluas,” katanya. “Tapi ini merupakan suatu kekuatiran bahwa seseorang mungkin kehilangan pekerjaannya, mungkin penduduk akan mengungsi ke tempat yang lebih aman, toko-toko mungkin ditutup dan kita mungkin kehilangan investasi di daerah ini.” katanya lagi.

Kehidupan masyarakat London saat ini di dalam ketakutan dan kecemasan. Ketakutan akan terjadi kerusuhan yang lebih parah lagi dan kecemasan akan masa depan mereka selanjutnya. Mari berdoa untuk London. Tuhan pulihkan bangsa ini agar kembali mengingat kasih dan perdamaian. Sukacita turun atas mereka semua.

Sumber : berbagai sumber/lh3
Halaman :
1

Ikuti Kami